Hidupilah Hidup

Hidup merupakan sebuah perjalanan panjang yang harus kita tempuh. Islam memandang hidup sebagai persinggahan sementara kita di dunia, sebelum nanti hidup kekal dan abadi di akhirat. Dengan itu semua, setiap muslim seharusnya bisa mengisi setiap waktu dalam hidup ini dengan kebaikan-kebaikan dan amalan baik sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang lebih kekal dan abadi. Setiap muslim seharusnya bisa untuk menghidupi hidup dengan apa yang Allah cintai dan bisa bermanfaat untuk dirinya.

Mungkin memang dalam setiap perjalanan dalam hidup, ada kalanya permasalahan itu datang, membuat apa yang dikejar tidak dapat digapai, membuat kita menjadi putus asa dan kehilangan gairah atau semangat dalam memperjuangkan hidup. Ada kalanya juga Allah akan menguji seseorang dengan cobaan yang mungkin akan sangat menyakitkan. Allah bisa saja menguji seseorang dengan mengambil sesuatu yang dicintai, membuatnya kehilangan sesuatu yang mati-matian ia jaga dan pertahankan, ataupun menggagalkan sesuatu yang sungguh-sungguh ia kejar dan inginkan. Namun, hidup bukan hanya tentang memperjuangkan dan mendapatkan apa yang setiap orang inginkan, tapi hidup juga tentang menghargai apa yang dimiliki dan sabar menanti apa yang akan menghampiri.

Ada kalanya juga setiap orang begitu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi ke depannya, begitu mengkhawatirkan apa yang akan ditemui di perjalanannya nanti, begitu mengkhawatirkan hidup hingga melupakan segalanya. Padahal ada yang harus lebih dikhawatirkan, seperti tentang bagaimana ibadahmu? Apakah al-Qur’anmu masih sering kamu buka dan kamu baca? Apakah kamu sudah menjauhi apa yang Allah larang? Dan apakah kamu sudah bersyukur untuk apa yang kamu dapatkan?

Terkadang orang-orang begitu mengkhawatirkan hidupnya, padahal seharusnya ia tak perlu khawatir karena ia punya Allah. Sebagai seorang muslim, dengan selalu mengingat akan kebesaran Allah dan selalu mendekatkan diri kepadanya, maka permasalahan yang datang dalam hidup akan mudah dilalui. Pada Q.S. Al-Bayyinah ayat 5 Allah berfirman:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (Q.S Al-Bayyinah: 5).

Hidup tentunya tidak semudah yang setiap orang kira, ada kalanya kita tersandung oleh kerikil di beberapa perjalanan hidup, dibenturkan oleh realita yang tak sesuai dengan keinginan. Namun, seperti firman Allah pada Q.S. Al-Bayyinah ayat 5, setiap orang hanya perlu selalu percaya kepada Allah, ikhlas menaati-Nya dan senantiasa beribadah kepada-Nya. Dengan begitu ia sudah berada di jalan yang benar dan tentunya ia sudah menghidupi hidupnya dengan benar.

Jadi ketika kamu merasa hidupmu tidak adil, jangan menyerah. Mungkin Allah hanya ingin membuat semangat yang awalnya kamu biarkan mati kembali hidup. Tetap hidupilah hidup dengan apa yang Allah cintai hingga Allah juga selalu cinta.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar