Syahid yang Hidup

Thalhah bin Ubaidillah (bahasa arab: طلحة بن عبیدالله) merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW. yang berasal dari suku Quraisy. Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Ibunya bernama Ash-Sha’bah binti Al Hadrami. Thalhah ra. termasuk salah seorang dari delapan orang yang pertama masuk islam. Ketertarikannya terhadap islam dipengaruhi oleh Abu Bakar. Pada waktu itu, Thalhah ra. sedang berada di Syam lalu seorang pendeta membawa kabar bahwa seorang nabi telah datang bernama Ahmad putra Abdul Muthalib dan setelah datang ke Mekah, ia masuk Islam bersama Abu Bakar.

Thalhah ra. memiliki julukan syahid yang hidup dan burung elang hari Uhud sebab ia menggunakan dirinya sebagai perisai bagi Nabi Muhammad SAW saat sedang berperang. Pada perang Uhud, dikisahkan ketika pasukan muslim terdesak mundur dan membuat Rasulullah SAW dalam bahaya. Kaum musyrikin pada saat itu membawa pedang-pedang yang tajam dan mengkilat terus mengincar Rasulullah SAW, tapi pasukan muslim sebisa mungkin untuk melindungi beliau walaupun terkena sabetan, tikaman pedang dan anak panah. Hati mereka berucap “aku korbankan ayah ibuku untuk engkau, ya Rasulullah.” Dan salah seorang mujahid yang senantiasa melindungi Rasulullah adalah Thalhah ra. Pada saat Rasulullah SAW menaiki bukit untuk berlindung, banyak kaum musrikin yang menghadap beliau yang hanya bersama beberapa orang kaum Anshar. Rasulullah berkata “siapa yang berani melawan mereka (kaum musrikin) maka dia akan menjadi temanku di surga”, seketika itu juga Thalhah menjawab “Saya, wahai Rasulullah” namun Rasulullah menolaknya kemudian memilih kaum Anshar lainnya untuk berperang dan meninggalah prajurit tersebut sebagai syahid. Rasulullah bersama beberapa orang Anshar tersebut kembali menaiki bukit namun terus dihadang oleh kaum kafir. Rasulullah berkata lagi “siapa yang berani melawan mereka, maka ia akan menjadi temanku di surga” dan lagi Thalhah mengajukan diri untuk berperang, namun Rasulullah kembali menolak dan memilih orang Anshar lainnya. Demikian seperti itu hingga beberapa orang Anshar tersebut meninggal dan tersisalah Thalhah ra. Pada saat itu-lah Thalhah diperkenankan untuk melawan kaum kafir agar Rasulullah dapat selamat. Sesampainya dibukit, Rasulullah meminta para sahabatnya untuk segera membantu Thalhah. Ketika ditemukan, Thalhah ra sudah dalam keadaan tergeletak ditanah dengan badan yang penuh luka. Karena luka yang cukup parah membuat Thalhah dipindahkan ke Basra, namun tidak lama setelah itu ia meninggal dunia.

Thalhah dijuluki sebagai seorang Syahid yang Hidup karena keberaniannya untuk melindungi Rasulullah serta melawan kaum kafir tanpa takut mati. Rasulullah berkata “Barangsiapa yang ingin berjalan di muka bumi setelah mengalami kematian, maka lihatlah Thalhah”

Departemen Syiar UKM ASC

Referensi :

Wikipedia. Thalhah bin Ubaidillah. (online), (https://id.wikipedia.org/wiki/Thalhah_bin_Ubaidillah), diakses 4 Maret 2021.

Tsamanasek. Gelar ‘Syahid Hidup’ yang Diberikan Rasulullah kepada Thalhah bin Ubadilillah. (online), (https://tfamanasek.com/gelar-syahid-hidup-yang-diberikan-rasul-kepada-thalhah-bin-ubaidillah/), diakses 4 Maret 2021.

Tinggalkan Komentar