Mush’ab Bin Umair RA, Sang Duta Pertama Islam

MUSH’AB BIN UMAIR RA, SANG DUTA PERTAMA ISLAM

Mush’ab bin Umair ra. atau yang bernama lengkap Mush’ab bin Umair bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Abd  al-Dar Qushai lahir di Mekkah pada tahun 585 M dan wafat pada tahun 625 M di Madinah. Mush’ab bin Umair salah seorang diantara para sahabat Nabi. Ia seorang remaja Quraisy terkemuka, gagah dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kemudaan.  Para ahli sejarah melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat: “Seorang warga kota Makkah yang mempunyai nama paling harum.”

Awalnya beliau hidup dalam kekayaan dan kemewahan, dan bisa dibilang sebagai anak yang paling beruntung dan disenangi di Makkah pada saat itu, akan tetapi pada saat ibunya, Khunas binti Malik, yang merupakan pemuka Quraisy mengetahui bahwa anaknya memeluk Islam, ibunya melakukan segala hal agar anaknya keluar dari agama Islam. Dengan keteguhannya, Mush’ab bin Umair pun meninggalkan ibunya dan melanjutkan perjuangan di jalan Rasulullah Saw. dengan meninggalkan semua kekayaan dan kemewahan yang telah dimilikinya sebelum masuk Islam.

Karena keteguhannya itu, Rasulullah memberikan misi penting kepada beliau, yaitu sebagai duta atau utusannya untuk mengajarkan Islam kepada kaum Anshar dan kaum-kaum yang lain di Madinah, yang tentu saja dilaksanakannya dengan baik dan sabar meskipun banyak halangan yang dialami. Kegigihannya membawa Madinah menjadi kota yang memegang teguh terhadap Islam.

Melihat hal tersebut, kedengkian kaum Quraisy semakin besar, hingga meletuslah perang Badar dan perang Uhud. Meskipun kaum Quraisy menerima kekalahan di kedua perang tersebut, Mush’ab bin Umair syahid dalam perang Uhud dan sebelum kematiannya beliau menyerukan “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh rasul-rasul.” Karena itu, Allah menurunkan firman-Nya melalui kalimat itu, dan diabadikan dalam salah satu penggalan ayat di Al-Qur’an, tepatnya Surah Ali-‘Imran ayat 144. Dan pada saat Rasulullah Saw. melihat jasad syahidnya, beliau membaca Surah Al-Ahzab ayat 23 dan mengafaninya dengan kain Burdah dan rumput idzkhir.

 

Departemen Syiar UKM ASC

link Poster: Download

Tinggalkan Komentar