Menyerah Berarti Kalah

Setiap orang berjuang dengan masalahnya masing-masing, kamu tidak bisa menilai hasil perjuangan orang lain sebagai sesuatu yang mudah. Ada kalanya kamu merasa dunia tidak adil ketika melihat orang lain, nyatanya setiap orang punya proses untuk mencapai hasil yang mereka dapatkan sekarang.

Dalam proses perjuanganmu pasti ada rasa lelah dan ingin menyerah, itu manusiawi kok. Istirahatlah sebentar ketika kamu merasa lelah, jangan justru memutuskan untuk berhenti dari perjuanganmu. Perjuanganmu belum berakhir jangan terkalahkan dengan rasa lelahmu, kamu hebat! Jangan sampai kita kalah dengan rasa ingin menyerah. Yuk kita simak firman Allah dalam Al-Quran Surah Az-Zumar Ayat 53:

۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (QS. Al Hadid:22).

Jika demikian, seorang muslim akan sadar, mengetahui, dan pasrah terhadap ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia akan sadar bahwa segala sesuatu yang menimpa dirinya memang telah Allah takdirkan jauh sebelum dirinya muncul di dunia ini.

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darimu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu” (QS. Al Hadid: 23)

Ya… jika dia ditimpa musibah, maka ia tahu bahwa hal itu sudah Allah tetapkan untuknya. Sehingga dia tidak akan bisa berlari dari ketetapan Allah. Akhirnya dia pun pasrah dan tidak terlalu bersedih terhadap apa yang menimpanya karena ia yakin semuanya telah tertulis di lauhul mahfuzh untuk dirinya.

Tanpa disadari, kita sering mengeluh bahkan terhadap hal kecil, contohnya aja ketika kita sedang asik berkeliling dan bermain wahana di amusement park bersama saudara atau temen-temen, tiba-tiba hujan deras datang mengguyur, “duh kok hujan si, kan belum selesai mainnya” tanpa sadar suatu kata ‘duh’ terucap dari mulut kita. Atau mungkin kita pernah suatu ketika menghadapi ujian kelulusan kemudian melihat teman-teman yang sudah siap dan memahami berbagai materi, dan dibandingkan dengan kita yang sudah merasa lelah belajar, ujian sulit, dan otak ngga bisa diajak kompromi. Rasanya ingin menyudahi saja keadaan itu, hingga ingin lenyap dari dunia yang penuh fana dan perjuangan.

Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar