Jangan Insecure

Teman-teman tentunya sudah sering mendengar keluhan atau sekadar kutipan di akun media sosial yang menyiratkan atau menyatakan kata ini “insecure”, hingga muncul sebuah candaan yang berbunyi, “Yuk insecure, ngapain percaya diri?” Candaan ini dapat menjadi tanda bahwa insecure telah menjadi sikap atau kebiasaan, lebih buruk lagi kepribadian orang-orang di sekitar. Bahkan orang-orang menyatakan insecure adalah sebuah kewajaran. Namun, hal itu memang benar adanya.

Insecure menurut Cambridge Dictionary adalah memiliki kepercayaan diri yang sedikit dan rasa ketidakyakinan atas kemampuan diri. Bukan berarti seseorang boleh berdiam diri, pasrah dalam keadaan insecure, namun sebagai umat muslim kita wajib untuk menjauhi sikap insecure dan mengusahakan diri untuk selalu percaya diri atas apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan, sebab insecure telah menjadi tabir nyata dalam masalah kehidupan yang hampir dihadapi oleh semua umat manusia. Banyak sekali kisah-kisah dari tokoh dunia, publik figur, atau orang terdekat kita yang ‘sukses’ sebab menyingkirkan rasa insecure atau tidak percaya diri.

Telah dibahas dalam sebuah jurnal terkait ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan persoalan kepercayaan diri. Dua ayat tersebut berbicara tentang sifat dan sikap seorang mukmin yang memiliki nilai positif terhadap dirinya dan memiliki keyakinan yang kuat (Mamluah, 2019). Keyakinan positif terhadap diri sendiri itulah yang berkorelasi dengan sikap percaya diri. Salah satunya salam QS. Ali Imran:139 yang artinya “Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu beriman.”

Maka dari itu, baiknya kita ketahui beberapa faktor penyebab percaya diri. Berikut beberapa uraian nya.

  • Senantiasa Berpikir Positif

Menjadi orang yang selalu berusaha untuk berpikir positif atas segala sesuatu merupakan faktor mendasar dari kepercayaan diri. Terlebih terhadap kekurangan atau kelemahan yang dimiliki seseorang. Merespon kekurangan atau kelemahan diri dengan positif akan membentuk konsep percaya diri sehingga seseorang terhindar dari rasa rendah diri dan merasa sulit beradaptasi.

  • Pendidikan

Dalam pendidikan, diajarkan kemandirian dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan pemikiran independen, seseorang akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya serta mengatasi situasi dan kondisi dengan melihat kenyataan.

  • Bekerja

Bekerja berarti mengembangkan kemampuan diri. Saat bekerja, seseorang akan banyak melakukan hal-hal terkait dengan kreativitas yang kemudian itu akan memunculkan percaya diri.

  • Lingkungan dan Pengalaman Hidup

Ungkapan ‘Experience is the best teacher’, merupakan kebenaran. Seseorang dengan banyak pengalaman atas suatu bidang cenderung merasa percaya diri. Secara ia telah mengalami naik turun, tumpeng tindih, jatuh bangun dalam kehidupan dan masih berusaha untuk berdiri tegap hingga detik ini. Lingkungan juga banyak mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Dikisahkan dalam suatu hadits tentang perumpamaan teman yang baik dan buruk dengan penjual parfum dan pandai besi. Saat seseorang membeli parfum maupun tidak maka yang ia cium adalah harum dari parfum. Sementara, saat didekat pandai besi kemungkinan besar percikan api mengenai pakaian atau setidaknya akan mencium bau asap yang tidak sedap.

Jelasnya, faktor-faktor di atas harus diusahakan dan diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi sebuah kebiasaan dan lambat laun menjadi sebuah karakter. Tidak lupa bahwa penting untuk berprasangka baik terhadap kepercayaan diri yang kita usahakan sebab Allah SWT sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Mewujudkan prasangka baik akan mudah dilakukan dengan terus berusaha mencari rahmat dan ridho-Nya. Di sisi lain, menyadari bahwa tiap-tiap individu telah diberikan kesempatan, kemampuan, akal untuk mengusahakan diri dalam menggapai rezeki dan ridho-Nya merupakan pernyataan terima kasih yang mana harus manusia manfaatkan. Sebaliknya, insecure bermakna kufurnya seseorang terhadap apa yang telah Allah SWT anugerahkan. Maka dari itu, mari berikhtiar dan bertawakal atas kepercayaan diri.

Daftar Pustaka:

Mamluah, A. 2019. Konsep Percaya Diri dalam Al-Quran Surat Ali Imran Ayat139. IAIN Sunan Giri Bojonegoro. Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman. Retrieved from website:https://media.neliti.com/media/publications/299411-konsep-percaya-diri-dalam-al-qura n-surat-895dd565.pdf

Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar