I Love My Self

Percepatan globalisasi yang terus berkembang menyebabkan meningkatnya persaingan secara global. Globalisasi sebagai pintu untuk melangkah ke dunia luar. Masyarakat hidup dan berjalan di tempat yang membuat kita selalu bergerak, berinteraksi, dan berpikir. Hal tersebut menimbulkan berbagai tekanan yang menyebabkan penurunan kepercayaan diri pada masyarakat. Hal tersebut dinamakan sebagai self doubt.

Ditinjau dari sudut pandang psikologi, self doubt merupakan sebuah sikap yang terjadi karena adanya suara-suara negatif dan perasaan tidak baik pada diri seseorang. Self doubt biasanya terjadi pada saat situasi menjelang ujian, presentasi kerja, atau situasi yang menuntut seseorang untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. Apabila self doubt terjadi terus-menerus pada individu maka dapat menyebabkan munculnya perasaan gelisah, depresi, selalu menunda-nunda, kehilangan motivasi, ketidakstabilan emosi, rasa percaya diri yang rendah, dan sulit untuk mengambil keputusan. Agar terhindar dari dampak negatif, kita perlu mengatasi self doubt dengan baik.

Sejatinya rasa self doubt dalam diri seseorang dapat diatasi secara mandiri. Seseorang perlu mencintai dan mengenal apa isi hatinya untuk mengatasi perasaan tidak percaya diri. Ma’rifatun-nafsi atau mengenal diri sendiri dengan ungkapan “barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya”. Hal tersebut selaras dengan konsep diri yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri secara positif (Mamlu’ah, 2019). Dalam Al-Qur’an surah Ali Imran (3):139, mengindikasikan percaya diri seperti:

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang beriman.” (QS.Ali Imran: 139).

Dari ayat di atas, terlihat bahwa orang yang percaya diri dalam al-Qur’an disebut sebagai orang yang tidak takut dan sedih serta mengalami kegelisahan adalah orang orang yang beriman dan orang-orang yang istiqomah. Ma’rifatun-nafsi atau mengenal diri sendiri dapat disejajarkan dengan konsep diri, self concept yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri secara khusnudzon. Khusnudzon atau prasangka yang baik juga dapat disejajarkan dengan berpikir positif. Kata-kata yang terus beriringan dalam al-Qur’an yaitu iman dan amal merupakan penegasan dari harus adanya keyakinan dan tindakan. Untuk menyikapi semua tindakan-tindakan dan hasil yang diperoleh atas semua usahanya, Islam   memberikan  konsep lain seperti tawakal, syukur dan muhasabah yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah dan janganlah kamu lemah” (HR. Muslim).

Referensi:

Mamlu’ah, A. 2019. Konsep Percaya Diri dalam Al-Qur’an Surah Ali-Imran ayat 139. Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman.

Psychology. 2016. Self-Doubt Definition. IResearchNet

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar