Tilawah

Tilawatul Qur’an adalah salah satu cara membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan lagu, namun bacaannya lebih pelan daripada tartil. Lagu yang digunakanpun lebih spesifik. Dalam Qiro’ah biasanya ada enam lagu dasar yang sering dipakai, yaitu; bayyati (lagu dasar nada rendah), shoba, sika, nahawand, hijaz, bayyatti penutup. Tiap lagu dasar tersebut mempunyai nada tersendiri, yang variasinya bermacam-macam sesuai keinginan dan ketrampilan Qori’. Biasanya variasi yang digunakan mengacu pada Qurro’ (para Qori’) handal yang terus bermunculan dari masa  kemasa, seperti H. Muammar Z. dan Hj. Maria Ulfa.

Dalam perlombaan, biasanya maqro’ (surat yang dibaca) ditentukan dan diberikan beberapa jam sebelum tampil, sehingga peserta harus siap dengan lagu-lagu yang akan diterapkan pada maqro’ tersebut. Variasi lagu yang terbaru dan terbaik akan menjadi pertimbangan terbesar dalam penilaian Qiro’ah. Oleh karena itu, Qori’ harus selalu aktif mencari informasi perkembangan lagu dari waktu ke waktu.


Leave a Reply