Waktunya Tarawih!

 “Marhaban Yaa Ramadan. Selamat datang bulan penuh berkah,” begitu kata Hadad Alwi dalam lagunya. Bulan Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di dunia. Banyak sekali perayaan-perayaan untuk menyambutnya. Banyak juga amalan-amalan khusus bulan Ramadan yang dirindukan oleh umat muslim. Selain berpuasa, terdapat satu lagi amalan spesial yang hanya bisa dilakukan pada saat Ramadan yaitu shalat Tarawih.

Tarawih dalam bahasa Arab berarti istirahat. Shalat ini dinamakan Tarawih karena orang yang melakukan shalat Tarawih adalah orang yang beristirahat setelah melaksanakan shalat Isya’. Shalat Tarawih ini termasuk qiyamul lail atau shalat malam, tetapi berbeda dengan shalat malam pada umumnya. Hal yang membedakannya yaitu shalat Tarawih tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu dan hanya dilakukan pada saat bulan puasa. Sedangkan shalat qiyamul lail yang lain dilakukan setelah bangun tidur dan tidak hanya dilakukan pada saat bulan Ramadan.

Para ulama sepakat bahwa shalat Tarawih hukumnya adalah sunnah. Bahkan menurut ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah, hukum shalat Tarawih adalah sunnah mu’akkad. Sunnah mu’akkad sendiri adalah sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan mendekati wajib. Hal itu dinyatakan oleh Syekh Taqiyuddin Al-Hishni dalam karyanya yang berjudul Kifayatul Akhyar. Al-Hishni mengatakan:

وَأما صَلَاة التَّرَاوِيح فَلَا شكّ فِي سنيتها وانعقد الْإِجْمَاع على ذَلِك قَالَه غير وَاحِد وَلَا عِبْرَة بشواذ الْأَقْوَال

“Adapun shalat Tarawih, tidak diragukan lagi dalam kesunnahannya. Kesepakatan ulama telah kukuh di dalam kesunnahannya, yang demikian dikatakan tidak hanya satu orang. Tidak dianggap pendapat-pendapat yang menyimpang…:” (Syekh Taqiyuddin Al-Hishni, Kifayah Al-Akhyar, hal. 89)

Berikut beberapa keutamaan shalat Tarawih:

Pertama,akan mendapat pengampunan dosa yang telah lalu. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa melakukan ibadah Tarawih pada bulan Ramadan karena iman adan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Bukhari no.37 dan Muslim no. 759)

Kedua, shalat Tarawih berjamaah seperti shalat semalam penuh. Dari Abu Dzar, nabi Muhammad saw. bersabda:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Barang siapa yang shalat bersaama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala ibadah satu malam penuh.”

Ketiga, shalat Tarawih adalah seutama-utamanya shalat. Ulama-ulama Madzhab Hanabi mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan secara berjamaah, karena shalat seperti ini hampir sama dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib dan shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjamaah adalah shalat kusuf (gerhana) dan shalat Tarawih.

Masyaallah! Banyak sekali-kan keutamaan shalat Tarawih. Jadi, mari kita shalat Tarawih selagi kita dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini. Semoga kita dapat istiqamah dalam shalat Tarawih sampai di akhir Ramadan nanti, Aamiin.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar