Tips Menjaga Hafalan Al-Qur’an

  1. Teguhkan niat.
    Dalam menjaga hafalan dibutuhkan niat yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan dengan berbagai pengaruh yang mampu memudarkan hafalan perlahan-lahan.
  2. Membuat Planning sehari-hari.
    Buatlah jadwal keseharianmu, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Buatlah jadwal tersendiri untuk bisa membaca al-qur’an di tengah kesibukan. Misalnya dengan membaca satu juz setiap selesai salat. Dengan optimalnya jadwal keseharian, maka kamu akan tetap ada waktu untuk membaca al-qur’an.
  3. Luangkan waktu.
    Sejatinya al-qur’an itu ingin diprioritaskan, ia tak suka dibaca dengan pikiran dan tenaga sisa-sisa. Jadi ubahlah pikiranmu yang awalnya “membaca al-qur’an di waktu luang” menjadi “luangkan waktu untuk membaca al-qur’an.”
  4. Membuat target setiap harinya dan berjanji untuk memenuhinya.
    Dengan membuat target berapa jumlah juz yang ingin dibaca setiap harinya, maka itu akan membuatmu berusaha untuk memenuhi target-target juz setiap harinya. Misalnya satu hari tiga juz dengan tartil, dengan bilangan juz 1, juz 11, dan juz 21. Atau sehari lima juz dengan bilangan yang dibaca adalah 1, 7 , 13, 19, 25. Keesokan harinya adalah juz 2, 8, 14, 20, 26. Begitu pula seterusnya di hari berikutnya.
  5. Menjauhi maksiat.
    Bukan hanya bagi para penghafal al-qur’an larangan untuk menjauhi maksiat, tapi untuk semua umat muslim. Akan tetapi maksiat adalah dangerous line bagi penghafal al-qur’an. Karena maksiat adalah senjata terjitu untuk memudarkan hafalan al-qur’an. Belajarlah pelan-pelan untuk menjauhi maksiat mulai dari hal kecil seperti membicaran keburukan orang atau bahkan hal yang cukup berbahaya seperti zina dan sebagainya.
  6. Membaca al-qur’an dalam sholat.
    Salah satu trik yang legendaris adalah membaca al-qur’an dalam salat. Misalnya satu rakaat satu halaman. Jika satu hari 17 rakaat maka kamu sudah membaca 17 halaman dalam salat. Atau bisa membacanya dalam salat sunah. Cara ini sudah sangat masyhur dilakukan oleh banyak sekai hafid/hafidzah guna menjaga hafalannya.
  7. Mendengarkan murattal al-qur’an.
    Dengan mendengarkan murattal al-qur’an maka secara tidak sadar kamu telah ikut membaca al-qur’an. Mendengarkan murattal ini banyak sekali manfaatnya, salah satunya adalah untuk mengoreksi apakah dalam hafalan kamu ada bacaan atau huruf yang salah.
    Dianjurkan untuk mendengarkan murattal imam besar di Makkah atau Madinah. Seperti Syekh Abdurrahman Assudais, Syekh Thaha Aljunayd, Syekh Al-Ghomidi, Syekh Mishari Rasyid Alafasiy dan lain-lain.
  8. Motivasi diri sendiri.
    Tak jarang banyak sekali penghafal al-qur’an yang putus asa karena hafalannya tidak lancar. Saat itulah kamu harus pandai-pandai memotivasi dirimu, kuncinya adalah sabar. Ingat bahwa hafalan lancar adalah bonus dari Allah. Lancar atau tidak kamu harus tetap membaca Alquran. Allah lebih suka melihat hambanya berjuang terus-menerus daripada berpuas diri setelah diberi nikmat hafalan lancar dan tidak mau membacanya kembali.
  9. Berdoa
    Secerdas apa pun otak manusia, tanpa pertolongan Allah ia takkan mampu menghafal al-qur’an yang isi dan uslub-nya tak bisa ditandingi oleh penyair manapun. Maka kamu harus banyak berdoa agar senantiasa diberi kemudahan, kekuatan dzohir bathin dalam menghafalkan al-qur’an. Hingga ada istilah yang mengatakan “usaha tanpa doa adalah sombong, dan doa tanpa usaha adalah bohong.”
  10. Istiqomah atau konsisten.
    Dalam menghafal dan menjaga hafalan al-qur’an, unsur terpentingnya adalah istiqamah. Berusaha setiap hari untuk membaca Alquran, menjauhi larangan Allah, dan berdoa. Maka lakukan semua itu secara istiqamah atau terus-menerus setiap harinya.

Penulis : Fina Salsabila Tuada MF (Pembinaan Tahfidh UKM ASC)

Tinggalkan Komentar