Tiga Surat Terakhir

Al-Qur’an ialah kitab yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Kitab ini dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat islam dengan terdiri dari 114 surat yang jumlah ayatnya yaitu 6.236. Tiga surat pada halaman terakhir kitab Al-Quran yaitu surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Nas. Surat Al-Ikhlas ini berada pada Juz-30 diurutan ke-112 dalam Al-Qur’an, menjelaskan tentang keesaaan Allah SWT dan tergolong sebagai surat Makiyah karena diturunkan di kota Makkah. Banyaknya ayat pada surat Al-Ikhlas yaitu 4 ayat. Selanjutnya adalah surat Al-Falaq, arti dari Al-Falaq adalah waktu subuh. Surat ini terdiri dari 5 ayat, tergolong surat makiyah dan diturunkan sesudah surat al-Fill. Selanjutnya sebagai penutup dalam Al-Qur’an adalah surat An-Nas yang artinya manusia. Surat ini terdiri dari 6 ayat dan juga tergolong ke dalam surat makiyah. Penurnnannya terjadi sesudah surat Al-Falaq.

Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَاللَّهُ أَحَدٌ ( ) اللَّهُ الصَّمَدُ ( ) لَمْ يَلِدْوَلَمْ يُوْلَدْ ( ) وَلَمْ يَكُنْ لَهُو كُفُوًا أَحَدٌ

Surat Al-Falaq

قُلْ أًعُوذُبِرَبِّ الْفَلَقِ ( ) مِنْ شَرِّمَاخَلَقَ ( ) وَمِنْ شَرِّغَاسِقٍ أِذَاوَقَبَ ( ) وَمِن شَرِّالنَّفَّثَتِ فِى الْعُقَدِ ( ) وَمِن شَرِّحَاسِدٍأِذَاحَسَدَ

Surat An-Nas

قُلْ أَعُوذُبِرَبِّ النَّاسِ ( ) مَلِكِ النَّاسِ ( ) أِلَهِ النَّاسِ ( ) مِن شَرِّالْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ( ) الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِالنَّاسِ ( ) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Ketika seseorang membaca ketiga surat terakhir tersebut, maka akan setara dengan membaca satu pertiga bagian dari Al-Qur’an. Hal ini dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari sebagai berikut:

وَعَنْ اَبِيْ سَعِيْدٍالْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: اَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فِيْ قُلْ هُوَاللَّهُ اَحَدٌ: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِ هِ اِنَّهَالَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ . وَفِيْ رِوَايَةٍ : اَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ لِاَصْحَابِهِ: اَيَعْجِزُاَحَدُكُمْ اَنْ يَقْرَأَبِثُلُثِ الْقُرْآنِ فِيْ لَيْلَةٍ؟ فَسَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَقَالُوْا: اَيُّنَايُطِيْقُ ذَلِكَ يَارَسُوْلَ اللَّهِ؟ فَقَالَ: قُلْ هُوَاللَّهَ اَحَدُ اَللَّهُ الصَّمَدُثُلُثُ الْقُرْآنِ, رَوَاهُ الْبُخَارِيّ

Dari Abu Sa’id Al Khurdy RA. Bahwasanya Rasulullah SAW menceritakan tentang keutamaan surat Qul huwallahuahad, dimana beliau bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an” dalam riwayat lain dikatakan: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya : “Apakah masing-masing dari kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur’an setiap malam?” para sahabat merasa berat terhadap apa yang disabdakan oleh beliau, dan mereka berkata: “Wahai Rasulullah siapakah diantara kami yang mampu untuk berbuat seperti itu?” Beliau bersabda: “Qul Huwallahuahad Allahhush-shamad itu adalah sepertiga Al-Qur’an”. (Riwayat Bukhari)

Selain itu terdapat hadist lain dari Anas RA, bahwasanya ada seseorang berkata: “ Wahai Rasululllah sesungguhnya saya suka pada surat Qul Huwallahu ahad”. Beliau Bersabda “Sesungguhnya kecintaanmu terhadap surat itu dapat memasukkan kamu ke dalam surga”. (Riwayat At Turmudzy). Selanjutnya dari Abu Sa’id Al Khudry RA. Berkata: “Rasulullah SAW selalu berlindung diri dari gangguan jin dan kejahatan manusia sehingga turunlah dua surat Qul a’uudzu (yakni Qul a’uudzu bi rabbil-fa-laq dan Qul a’uudzu bi rabbin-naas). Setelah turun kedua surat itu beliau selalu membacanya dan meninggalkan doa-doa yang lain di dalam memohon perlindungan”. (Riwayat At  Turmudzy). Oleh karena adanya hadist-hadist tersebut hendaklah kita menyempatkan waktu untuk selalu membaca sepertiga Al-Quran dengan surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Nas.

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar