TAHAPAN PROSES MEMBUAT KALIGRAFI DEKORASI

Kaligrafi dekorasi merupakan karya kaligrafi Arab yang berisi ayat-ayat Al-Quran dan dipadukan dengan ornamen-ornamen. Karya kaligrafi seperti ini umum ditemukan sebagai penghias bangunan-bangunan sehingga dinamakan kaligrafi dekorasi. Secara praktis di lapangan kompetisi Musabaqah Khattil Quran (MKQ), cabang kompetisi ini mewajibkan setiap peserta untuk menuliskan kaligrafi dalam berbagai gaya penulisan yang baku yaitu Tsuluts, Naskhi, Ta’liq/Farisi, Diwani, Diwani Jali, Riq’ah, dan Kufi. Peserta tidak diperkenankan menulis menggunakan gaya kaligrafi yang lain atau bahkan menulis dengan gaya bebas. Sisi kreativitas lebih nampak pada permainan susunan tulisan kaligrafi, bidang-bidang gambar, komposisi warna, dan ornamen. Sehingga konsep desain antar peserta akan berbeda satu sama lain. Berikut salah satu contoh karya kaligrafi dekorasi.

Dilihat secara keseluruhan karya kaligrafi ini terlihat menghias seluruh media karena dari kaligrafi dan ornamen sama-sama memiliki kesan penghias. Kaligrafi memiliki permainan garis tebal tipis atau permainan garis yang melengkung serta kaku, sehingga secara visual kaligrafi mampu menjadi salah satu unsur penghias. Sama halnya dengan ornamen yang pada dasarnya berfungsi sebagai penghias, pada karya kaligrafi ornamen menunjang keindahan kaligrafi agar keindahannya lebih terpancar.
Untuk orang yang baru pertama kali melihat atau mengenal karya kaligrafi ini tentu masih belum mengetahui bagaimana cara membuat karya kaligrafi semacam ini, bagaimana bisa bidang-bidang dalam karya tersebut bisa simetris, apakah karya kaligrafi semacam ini juga menggunakan pena untuk menulis, bagaimana caranya membuat karya yang serumit ini. Memang untuk orang-orang yang telah ahli di bidangnya membuat karya semacam ini sudah menjadi hal yang biasa mereka kerjakan, sehingga mereka mampu membuat karya dengan cepat dan hasil yang begitu menarik. Namun perlu diingat mereka juga menempuh proses yang sama, yaitu dari yang tidak tahu apa-apa kemudian belajar dan terus berlatih hingga mampu menghasilkan karya-karya yang indah.
Bagi yang ingin belajar bagaimana cara membuat karya kaligrafi dekorasi pada dasarnya tahapan membuat karya ini cukup sederhana. Secara garis besar terdapat tiga tahapan untuk membuat kaligrafi dekorasi di antaranya yaitu pembuatan tahap ide/konsep, tahap pengerjaan, dan tahap finishing. Berikut ini akan disajikan tahapan-tahapan secara sederhana dalam membuat karya kaligrafi dekorasi yang berukuran 80 cm x 60 cm.
Tahap ide/konsep dalam pembuatan karya kaligrafi dekorasi meliputi banyak hal, diantaranya adalah perihal konsep bentuk bidang dekorasi, komposisi warna, pemilihan gaya kaligrafi, susunan tulisan kaligrafi, pemilihan bentuk ornamen, bentukan ornamen itu sendiri, jenis cat yang akan digunakan, alat dan bahan apa yang akan digunakan, teknik pengerjaan yang dipilih, media yang akan digunakan, dll. Semua yang bersifat perencanaan termasuk dalam kegiatan mengkonsep sebuah karya. Bahkan mencari referensi karya yang diinginkan juga termasuk dalam mengkonsep sebuah karya.
Cara agar bidang-bidang kaligrafi dapat menjadi simetris adalah dengan menggunakan mal atau patron. Mal merupakan sebuah cetakan yang mampu mereproduksi bentuk yang diinginkan. Untuk membuat mal langkah awal dimulai dari membuat desain mal yang bertujuan mencari desain terbaik sehingga media mal tidak akan berulang-ulang terkena penghapus karena gambar selalu tidak sesuai. Buat sebuah persegi panjang dengan ukuran 12 cm x 16 cm, kemudian buat garis-garis sejajar yang berjarak 2 cm sehingga terlihat seperti gambar dibawah ini.

Kemudian gambar desain bidang kaligrafi yang akan dibuat. Gambar desain ini cukup menggunakan separuh dari kotak yang telah digambar, sehingga apabila ingin membuat desain yang lain cukup menggunakan sisi yang lain. Sedikit tips, carilah contoh karya kaligrafi dekorasi sesuai selera sehingga tidak terlalu bingung dalam mendesain.

Begitu desain mal telah jadi, berikutnya siapkan kertas manila berukuran 80 cm x 60 cm. Apabila ingin menggunakan kertas yang lain maka carilah kertas yang tebal namun tetap mudah untuk dipotong.

Langkah selanjutnya buat garis-garis kembali dengan jarak antar garis 20 cm seperti pada gambar di bawah ini. Garis ini akan membantu dalam proses menggambar sehingga apa yang ada pada hasil desain sama dengan yang ada pada media mal meskipun ukurannya jauh lebih besar.

setelah itu media mal digambar sesuai dengan hasil desain yang telah dibuat.

Apabila dalam proses menggambar terdapat bentuk yang membutuhkan kesimetrisan atau bentuk yang sama lebih dari satu, maka buatlah potongan kertas tebal yang memiliki bentuk yang sesuai dengan desain yang telah dibuat seperti gambar di bawah ini.

Berikut ini adalah tips untuk mempermudah dalam proses pengecatan nanti jika tidak dapat langsung ke tahapan selanjutnya. Tuliskan pada media mal warna-warna apa saja yang akan digunakan nanti. cara ini akan mempermudah dalam mempersiapkan warna apa saja yang diperlukan.

Langkah selanjutnya adalah melapisi media mal dengan solasi atau lakban bening untuk melindungi media mal sehingga dapat digunakan berulangkali. Tahapan ini juga bisa dilewati dengan pertimbangan mal hanya digunakan untuk satu kali pakai.

Berikutnya media mal dilubangi menggunakan cutter dan gunakan mata pisau yang tajam untuk mempermudah proses pelubangan dan hasil yang lebih baik. Cara melubanginya adalah dibuat seperti garis putus-putus seperti gambar di bawah ini.

Berikut ini hasil proses pelubangan media mal.

Setelah itu siapkan kertas duplex berukuran 80 cm x 60 cm sebagai media karya kaligrafi dekorasi, dengan begitu tahapan pembuatan karya kaligrafi dekorasi dimulai dari tahapan ini.

Langkah awal letakkan kertas duplex di bawah dan mal berada di atas kertas duplex. tepatkan kertas duplex pada sisi yang bertekstur kasar atau yang berwarna abu-abu. Kemudian jiplak pola yang berlubang dengan pylox, jika ingin dengan cara yang murah dapat digambar secara manual menggunakan pensil seperti pada contoh berikut ini menggunakan pensil. Gambar sebelah kanan merupakan hasil dari proses penjiplakan.

Setelah pola pada mal tergambar pada kertas duplex maka proses pengecatan dapat dimulai. Cat yang digunakan adalah cat dinding, sejenis cat akrilik dengan bahan pengencernya adalah air. Apabila dilihat dari harga per kalengnya harga cat dinding memang lebih mahal apabila dibandingkan dengan cat akrilik satu paket yang telah tersedia di pasaran dengan beberapa warna. Namun yang perlu diketahui bahwa pembelian cat dinding ini hanyalah satu kaleng dengan satu warna saja yaitu warna putih, sementara untuk mendapatkan warna-warna yang lain akan menggunakan campuran berupa pigmen atau biang warna. Sehingga akan diketahui bahwa pemakaian cat dinding dengan campuran pigmen adalah pilihan untuk menghemat biaya. Selain itu kelebihan dari cat ini adalah sifat plakatnya atau kemampuan menutup secara rata pada permukaan kertas. Selain itu cat ini juga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengering sehingga proses pengecatan tidak akan tersendat karena harus menunggu cat kering terlebih dahulu.
Pengecatan awal dimulai dari mengecat seluruh bidang-bidang sesuai yang telah direncanakan di awal. Sisakan garis pembatas agar dapat mempercepat proses pengecatan, selain itu pada area tersebut akan ditutup dengan warna out line sebagai penegas tiap bidang. Gambar pada sebelah kiri merupakan hasil pengecatan seluruh bidang dan gambar sebelah kanan merupakan hasil setelah tiap bidang ditambahkan out line.

Langkah berikutnya adalah menulis kaligrafi pada bidang yang telah dicat. Sebenarnya pada tahapan setelah pengecatan dapat dipilih antara menulis kaligrafi terlebih dahulu atau melukis ornamen terlebih dahulu. Namun untuk contoh kali ini tahapan selanjutnya yang dipilih adalah menulis kaligrafi terlebih dahulu. Pada tahapan penulisan kaligrafi ini juga diawali dengan mendesain kaligrafi pula. Desain kaligrafi meliputi pemenggalan kalimat yang disesuaikan dengan jumlah bidang yang telah direncanakan, pilihan gaya kaligrafi, dan terakhir susunan kaligrafi itu sendiri. Berikut contoh coretan desain kaligrafi yang akan dipakai dalam karya kaligrafi dekorasi.

Tahapan berikutnya adalah menulis kaligrafi, pada tahapan penulisan ini alat yang dipakai untuk menulis kaligrafi adalah kuas. Bukan kuas biasa namun kuas yang telah dipotong sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menulis kaligrafi Arab (lihat gambar sebelah kiri). Sebelum ditulis menggunakan cat, tulis terlebih dahulu dengan menggunakan pensil atau kapur agar apabila terjadi kesalahan dapat dihapus. Begitu penulisan ayat Al-Quran telah lengkap barulah ditulis menggunakan kuas khusus tadi. Teknik menuliskannya pun juga berbeda dengan pena yang biasa digunakan untuk menulis kaligrafi, penulisannya dimulai dari kiri ke kanan seperti pada gambar sebelah kanan.

Berikut ini merupakan hasil dari tahapan penulisan kaligrafi yang juga menggunakan variasi warna.

Setelah tahapan penulisan kaligrafi maka masuk pada tahapan berikutnya yaitu melukis ornamen. Pada prinsipnya ornamen dapat berupa objek flora maupun geometris, namun pada contoh kali ini akan lebih didominasi dengan ornamen berupa objek flora karena terdapat prinsip dasar dalam membuat ornamen dengan objek flora. Penggambaran ornamen dalam contoh ini juga dibuat sesederhana mungkin untuk memudahkan dalam belajar.
Prinsip dalam menggambar ornamen dengan objek flora secara berurutan dimulai dengan membuat batang, kemudian bunga, dan terakhir daun. Penggambaran batang secara umum dibuat secara melingkar, sehingga dalam proses ini perlu diperhatikan bentuk lingkaran dari batang yang dibuat sehingga tidak terlihat kaku.

Setelah membuat batang, berikutnya adalah membuat bunga. Tempatkan bunga sesuai selera, pada tahapan setelah membuat batang tahapan berikutnya menjadi lebih mudah karena hanya tinggal mengikuti alur batang yang telah dibuat. Setelah melukis bunga dilanjutkan dengan melukis daun sehingga nampak seperti gambar di bawah ini.

Tahapan terakhir adalah finishing, pada tahapan ini meliputi tartiz dan tahsin. Tartiz adalah proses merapikan tulisan atau karya baik mengurangi apabila terdapat coretan atau tumpahan cat, maupun menambahkan apabila terdapan goresan cat yang tidak penuh atau bergelombang. Sementara tahsin adalah kegiatan mengecek kelengkapan ayat untuk menghindari salah tulis atau kekurangan dalam menulis baik huruf, titik, dan harakat. Begitu satu per satu tahapan dilakukan maka karya kaligrafi dekorasi sederhana telah selesai dibuat dan dapat dipajang untuk menghias ruangan.

Demikian tahapan demi tahapan yang telah dipaparkan untuk mempermudah belajar, semoga bermanfaat dan dapat diaplikasikan. Apabila terdapat kekurangan dalam materi ini seperti kata-kata yang kurang dipahami, kualitas gambar yang kurang baik, contoh pembuatan karya yang masih belum bagus maka penulis memohon maaf sebesar-besarnya karena penulis sendiri masih dalam tahapan belajar. Penulis juga memohon saran untuk memperbaiki materi ini agar materi ini dapat bermanfaat untuk umat Islam secara luas.

Tinggalkan Komentar