Sudahkah Kamu Mencintai Takdir?

Seperti yang kita ketahui, rukun iman dalam Islam ada enam yang mana salah satunya adalah meyakini takdir. Sebab takdir adalah rukun iman, maka kita sebagai muslim wajib hukumnya untuk meyakini takdir tersebut.  Takdir menurut etimologi adalah ukuran terhadap sesuatu atau memberi kadar sedangkan menurut istilah takdir adalah ketentuan yang telah Allah SWT tentukan dari zaman azali. 

Dalam meyakini takdir kita akan menemukan hal-hal yang sesuai dengan harapan kita maupun hal yang tidak sesuai. Bahkan, bisa jadi takdir itu lebih baik dari apa yang kita harapkan. Hal ini pun telah dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Jelas sekali bukan? Takdir yang Allah berikan pastinya telah menjadi yang terbaik. Seperti banyak orang katakan bahwa apa yang kita sukai belum tentu baik menurut-Nya. Namun, apa yang Allah tentukan, terlepas dari kita suka atau tidak, sudah pasti baik untuk kita.

Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar