Sibuk dengan Al-Qur’an

“Barangsiapa sibuk membaca Al-Qur’an dan berzikir sampai tidak sempat berdoa kepada-Ku, maka aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang aku berikan kepada orang-orang yang berdoa kepadaku. Ketahuilah, nilai kalam Allah lebih tinggi dari semua perkataan makhluk seperti ketinggian Allah dibanding makhluk-Nya.” (HR. At Tirmidzi)

Al-Quran merupakan madubatullah (hidangan Allah). Hidangan untuk umat manusia, suatu hidangan yang tidak akan pernah membosankan, semakin dinikmati akan semakin bertambah nikmat. Setiap orang yang mempercayai al-Qur’an akan bertambah cinta kepadanya. Cinta untuk membacanya, mempelajari, memahami, mengamalkan dan mengajarkannya.

Allah menjanjikan kemuliaan bagi setiap hamba yang berinteraksi dengan al-Qur’an baik di dunia maupun di akhirat. Tujuh kemuliaan itu adalah:

1. Menjadi manusia terbaik. “Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an” (HR. Bukhori, Abu Daud, AT Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi).

2. Mendapat Syafaat. “Bacalah Al-Qur’an karena dia pada hari kiamat akan datang memberi syafaat kepada para sahabatnya (Yang sering berinteraksi dengan nya).” (HR. Muslim).

3. Mendatangkan rahmat dan ketenangan. “Tidak ada yang berkumpul di salah satu rumah dari rumah Allah untuk mempelajari Al-Qur’an melainkan memperoleh ketenangan dan diliputi kasih sayang, para malaikat berkerumun disekitar mereka. Dan Allah memujinya dihadapan makhluk yang ada di sisinya.” (H.R Muslim, At-Tirmidzi, ibnu Majah dan Abu Daud).

4. Mempelajari satu ayat lebih baik dari sholat 100 rokaat. “Wahai Abu Dzar kamu pergi untuk mempelajari satu ayat Al-Qur’an itu lebih baik dari pada kamu sholat 100 rokaat” (Hadits Hasan Riwayat Ibnu Majah).

5. Mendapat mahkota bagi orang tua yang anaknya membaca dan mengamalkan al-Qur’an

6. Orang yang mahir baca al-Qur’an akan bersama dengan malaikat, dan bagi yang membacanya terbata mendapat 2 pahala. “Orang yang membaca Al-Qur’an dan mahir akan bersama malaikat yag mulia lagi suci. Orang yang membaca terbata-bata mendapat 2 pahala” (HR. Bukhori, Muslim, AT-Tirmidzi, Abu Daud dan Ad-Darimi).

7. Mendapat tingkatan surga sesuai bacaannya. “Bacalah Qur’an dan naiklah ke surga, bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia, sebab surga yang kau huni berdasarkan ayat terakhir yang kau baca”. (HR. Abu Daud, Ahmad, At-Tirmidzi).

Referensi:

Ridwan, R. (2016). 30 Hari Sukses Menjadi Penghafal Al-Qur’an. Bogor. Al-Quran Center Ummu Hibah.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar