Sepertiga Al-Qur’an


قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١

 ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢

 لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣

 وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ٤

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (Q.S. Al-Ikhlas: 1-5)

Sobat Qur’ani pasti sudah tidak asing dengan surah di ataskan? Yap, surah Al-Ikhlas merupakan surah Makiyyah dan termasuk surah Mufashol yang terdiri dari 4 ayat, surah ke 112 dan diturunkan setelah surah An-Naas. Surah Al-Ikhlas ini disebut sebagai sepertiga al-Qur’an. Dari Abi Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya, ‘Apakah salah seorang dari kalian mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur`an dalam satu malam?’ maka hal ini memberatkan mereka, dan (mereka) bertanya: ‘Siapakah di antara kami yang mampu, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: ”Allahul-wahidu shamad adalah sepertiga Al-Qur`an”. [Shahih Bukhari no. 5015].

Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata” Maksudnya, ialah, bahwa Al-Qur`an diturunkan menjadi tiga bagian. Sepertiga bagian adalah hukum-hukum, sepertiga berisi janji dan ancaman, dan sepertiga bagiannya terdiri nama dan sifat Allah; dan surat ini mengumpulkan antara nama dan sifat sifat (Allah)”. [Jawab ‘alil-Ilmi wal-Iman, hlm. 113].

Membaca surah Al-Ikhlas memiliki pahala layaknya membaca sepertiga al-Qur’an, namun bukan berarti mencukupi dari membaca sepertiga al-Qur’an secara hakiki.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar