Saling Peduli, Tolong-menolong dalam Kebaikan Tanpa Tapi

“Gelar” manusia sebagai makhluk sosial menekankan bahwa tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa keterlibatan manusia yang lain. Keadaan tersebut menghadirkan kebiasaan tolong-menolong dalam masyarakat dan menjadikannya sebagai salah satu hal yang wajib dilakukan dalam kehidupan.

Dalam Islam dikenal istilah ta’awun yang didefinisikan sebagai suatu kegiatan tolong-menolong dalam kebaikan antarsesama umat muslim. Di Indonesia sendiri, tolong-menolong sudah menjadi budaya yang harus dijaga kelestariannya, terlebih perkembangan dunia dari berbagai aspek mendukung terbitnya kebiasaan baru yang bertolak belakang, yakni individualisme.

Situasi pandemi yang belum berkesudahan ini menambah daftar penyebab minimnya tolong-menolong yang terjadi. Masing-masing sibuk mempertahankan eksistensi diri dari desakan krisis kesehatan dan materi.  Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu timbul sebuah tren baru yang membawa angin segar bagi kita yang sedang tercekik keadaan. Akhir-akhir ini tengah viral di media sosial beberapa video yang menampilkan “kegiatan berbagi” dengan cara unik yang dilakukan oleh para dermawan kepada saudara kita yang membutuhkan. Hal tersebut memancing atensi yang luar biasa dan tidak sedikit yang termotivasi serta ikut ambil bagian dalam perbuatan mulia itu. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa tolong-menolong hakikatnya masih tertanam erat di sanubari.

Lantas apakah kita sudah menjadi bagian dari para dermawan itu? Jika sudah, Alhamdulillah. Jika belum, hei!! apa yang membuatmu berpikir terlalu lama, kawan?

Padahal sudah dijelaskan dalam al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 2, Allah berfirman,

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ (٢)

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (Q.S Al-Maidah: 2)

Dari ayat di atas, Allah SWT langsung yang memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Jadi, tidak ada yang perlu diragukan lagi, kan? Terkhusus masa pandemi ini memberikan kita kesempatan yang lebih banyak untuk dapat menolong sesama. Dan balasan dari orang yang menolong saudaranya apa? Lagi-lagi Allah sendiri yang turun tangan,

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ (١٨)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka, dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.” (Q.S Al-Hadid: 18)

Masyaa Allah, luar biasa balasan bagi mereka yang senantiasa saling membantu dalam kebaikan. “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).”(HR. Bukhari dan Muslim).

Pantasnya, sebagai sesama ciptaan Allah kita bisa saling meringankan beban saudara kita. Tak hanya materi, banyak hal yang dapat kita bagikan untuk mereka. Jadi jangan pernah merasa acuh tak acuh, karena jika bukan kita yang peduli, siapa lagi?

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar