Rufaidah Al-Aslamiyah Perawat Pertama dalam Dunia Islam

Rufaidah Al-Aslamiyah lahir di Yathrib, kurang lebih 25 tahun sebelum kedatangan Rasulullah saw. Beliau tergolong ke dalam marga Aslam yang merupakan salah satu marga dari suku Khazraj di Madinah. Beliau merupakan kaum Ansar, yakni golongan orang yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Beliau  mengalami masa jahiliah dan masa Islam dalam sekaligus. 

          Rufaidah menerima pendidikan keperawatan dari ayahnya yang bernama Sa’ad Al-Aslami yang merupakan seorang tabib terkemuka. Sejak kecil, praktik keperawatan sudah melekat di kehidupannya. Ketika Islam masuk ke Madinah pada abad VII, Rufaidah telah menjadi mukhalaf dan berhasil menggabungkan keilmuannya dalam bidang keperawatan dengan ajaran Islam. Rufaidah memiliki kontribusi besar terhadap kesehatan umat Islam di Madinah. Pada masa peperangan, beliau telah ikut serta ke medan perang untuk mengobati orang yang terluka. Ketika damai, beliau berpartisipasi  dalam aktivitas sosial masyarakat di Madinah. 

Sebelum peperangan Islam yakni sekitar tahun 622 M, Rufaidah mengubah metode pengobatan yang diajarkan oleh ayahnya supaya sesuai dengan ajaran islam. Selanjutnya, ketika peperangan Islam berlangsung sekitar tahun 623-630 M, beliau siap sedia dalam mengobati tentara Islam yang terluka akibat perang. Beliau juga membawakan makanan dan minuman untuk semua mujahid yang berperang bersama dengan para wanita yang lainnya. Rufaidah juga mendirikan rumah sakit yang dikenal sebagai tenda palang merah pertama dalam sejarah manusia. Umumnya, rumah sakit ini digunakan ketika peperangan karena dapat berpindah-pindah. Rumah sakit ini dikelola oleh paramedis wanita yang terlatih. Rasulullah saw. memerintahkan sahabat beliau yang terluka ketika peperangan untuk datang ke tenda Rufaidah. Akhirnya, rumah sakit ini dikenal dengan nama Khaimah Rufaidah (Tenda Rufaidah) yang kemudian menjadi latar belakang penyebutan Rufaidah sebagai Mummaridah al-Islam al-Ula (Perawat Wanita Pertama dalam Sejarah Islam).

Atas keterlibatannya dalam peperangan Islam, Rufaidah mendapat penghargaan khusus dari Rasulullah saw. berupa sebuah kalung indah karena beliau telah mengorganisir para perawat dan peran pentingnya sebagai perawat yang berkontribusi terhadap jalannya perang. Informasi mengenai akhir hayatnya masih samar akan tetapi terdapat satu hal yang pasti yakni bahwa beliau tidak pernah pindah ke tempat manapun sehingga dapat dipastikan bahwa ia meninggal di kota kelahirannya yaitu Madinah.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar