Perbedaan Khat Diwani Jali dengan Khat Diwani

Khat Diwani Jali dan khat Diwani adalah gaya kaligrafi yang lahir di Turki era kekhalifahan Turki Utsmani. Khat ini diciptakan oleh orang Turki sebagai tulisan resmi kerajaan, adapun orang pertama yang membuat dasar kaidah huruf-huruf khat Diwani adalah Ibrahim Munif. Kemudian di era selanjutnya Syahlan Pasha menciptakan khat Diwani Jali. Dari segi gaya penulisan khat Diwani Jali dan khat Diwani memang bisa dikatakan satu keluarga atau memiliki kemiripan satu sama lain. Mungkin hal tersebut yang membuat teman-teman yang baru belajar kaligrafi begitu kesulitan untuk membedakan antara keduanya. Hal tersebut sering terjadi ketika penulis sedang membahas jenis khat tersebut atau bahkan terdapat teman yang secara langsung menanyakan perbedaan dari kedua khat tersebut. Penulis sendiri juga pernah mengalami kebingungan seperti yang teman-teman alami ketika masih awal mempelajari kaligrafi. Bahkan secara otodidak penulis belajar membedakan tujuh gaya khat (Naskhi, Tsuluts, Ta’liq/Farisi, Diwani, Diwani Jali, Riq’ah, dan Kufi) dengan membedakan antar gambar karya kaligrafi sambil mengidentifikasi lewat buku, hingga akhirnya penulis mampu membedakannya di luar kepala karena terdapat ciri-ciri khusus yang dimiliki.

Dari pengalaman tersebut akhirnya penulis memutuskan untuk membagikan sebagian kecil ilmu tentang perbedaan khat Diwani Jali dengan khat Diwani.  Hal ini dirasa penting karena akan menjadi masalah apabila terdapat tulisan yang diklaim khat Diwani Jali tetapi terdapat huruf yang berkaidah khat Diwani. Apa yang akan penulis bagikan pada tulisan ini memang tidak begitu detail, tapi penulis berharap ilmu ini bisa memberikan pemahaman yang cukup untuk teman-teman yang sedang belajar kaligrafi.

Apabila dilihat dari keseluruhan karya, yang paling mencolok adalah dari kepadatan tulisan. Kaligrafi Khat Diwani Jali terlihat sebagai tulisan yang padat karena dari susunan dan jarak antar huruf yang lebih rapat juga ditambah dengan hiasan di sekitar tulisan yang juga penuh. Sementara khat Diwani terlihat sebagaimana tulisan pada umumnya. Ditulis dengan lurus sejajar atau juga melengkung ke atas pada bagian ujung seperti pada tulisan Farman (surat perintah Sultan). Berikut dapat dilihat pada gambar bagaimana perbedaan dari keduanya, pada bagian atas adalah khat Diwani Jali sedangkan pada bagian bawah adalah khat Diwani.

Apabila dilihat lebih dekat lewat huruf per huruf ada juga perbedaan yang bisa dilihat. Yang paling mencolok ada pada huruf Alif, lam, kaf, dan tho’. Jika teman-teman perhatikan pada khat Diwani, ujung atas huruf terdapat garis lurus vertikal yang tipis. Sedangkan pada khat Diwani Jali pada ujung atas huruf terdapat gasir yang melengkung. Selebihnya perbedaan antar huruf dapat dibandingkan pada bagian-bagian kecil yang dapat dilihat pada gambar. Berikut dapat dilihat pada gambar sebelah kiri adalah khat Diwani sedangkan sebelah kanan adalah khat Diwani Jali.

Tinggalkan Komentar