Nusaibah Binti Ka’ab Mujahidah Tangguh Perisai Rasulullah

Perang Uhud pada pertengahan bulan Syawal di tahun ke-3 Hijriah melibatkan tentara muslim sejumlah 700 pasukan melawan tentara Quraisy yang berjumlah sekitar 3000 pasukan. Dalam ketimpangan jumlah pasukan antara kedua belah pihak tersebut, terlihat seorang wanita yang tak lagi muda turut meramaikan barisan pasukan umat muslim dengan kobaran semangat jihad yang membara, dialah Nusaibah binti Ka’ab.

Ditengah kecamuk perang Uhud, keadaan berbalik memojokkan pasukan muslim setelah sebelumnya mengungguli serangan lawan. Hal ini dikarenakan sebagian dari pasukan pemanah yang terlena dengan hasil rampasan perang. Melihat keadaan Rasulullah bertarung di medan perang tanpa perlindungan dari pasukannya, dengan sigap Nusaibah melesat ke sisi Rasullulah dan memposisikan dirinya sendiri sebagai tameng perisai bagi Rasulullah. Alhasil tubuh Nusabah pun tak luput dari sabetan senjata dari lawan, salah satunya adalah serangan dari Ibnu Qumai’ah. Namun hal itu tak lantas membuatnya gentar dan terus berada disisi Rasullulah untuk melindungi kekasih Allah tersebut. Ia menangkis tiap serangan lawan dengan gigih. Rasulullah pun berucap,

“Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka’ab berperang membelaku. “

Selain mengikuti perang Uhud, Nusaibah bersama suami dan kedua putranya juga turut mengambil peran dalam perang Khaibah, perang Hunain, hingga perang Yamamah pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Nusaibah mendapatkan julukan Ummu Umarah yang berarti ibu dari para pemimpin.

Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar