Menjemput “Jodoh”

Assalamu’alaikum sobat Qur’ani, bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya. Sobat Qur’ani tahu tidak kalau setiap manusia yang hidup akan menjemput jodohnya. Bukankah kita semua menginginkan pasangan dalam hidupnya? dan bukankan islam sudah mengatur tentang jodoh, rezeki, serta kematian yang ditetapkan oleh Allah Swt? Namun, bagaimana jika di lauhul mahfudz ternyata yang berjodoh dengan kita adalah kematian? Karena setiap yang bernyawa akan merasakan mati, seperti yang tertera dalam Q.S. Al-Ankabut ayat 57 yang berbunyi:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”

Seperti yang dijelaskan bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Ketika hari kiamat nanti, setiap perbuatan yang dikerjakan selama di dunia akan dimintai pertanggungjawaban. Tapi mari kita berkaca sejenak, kita lebih memilih untuk tidak memikirkan kematian, karena yang difokuskan adalah bagaimana merencanakan hidup ini dan terus berusaha mewujudkan rencana itu.

Perihal kematian yang akan menjumpai kita, itu semua tidak mengenal usia muda ataupun tua, tidak menunggu besok ataupun tahun depan. Lantas sudah siapkah kita dengan amalan yang bahkan tak tahu diterima atau tidaknya? Sanggupkah kita jika harus berhadapan dengan panasnya api neraka? Lantas bagaimana cara agar kita mendapatkan kematian yang baik? Menjemput kematian terindah dapat kita lakukan dengan cara:

  1. Berpegang teguh di atas agama Islam
  2. Taubat dari segala dosa dan maksiat
  3. Istiqomah dalam beramal
  4. Menjauhi zalim kepada orang lain
  5. Selalu ingat kematian

Selama masa penantian menunggu ajal, semoga waktu kita cukup untuk mengumpulkan bekal untuk menghadap-Nya dan berharap bekal tersebut cukup untuk membuat kita termasuk ke dalam orang-orang yang masuk surga. Sekarang coba katakan ini dalam hati: “Ya Allah, jodoh bertemu dengan pasangan hidup adalah suatu keberkahan, namun menjumpai kematian adalah sebuah kepastian. Maka, tugasku hari ini adalah menyempurnakan amal dan keikhlasan”

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar