Menggapai Hidayah-Nya

”Hidayah itu seperti sinar Matahari. Kamu harus keluar Rumah untuk mendapatkan cahayanya. Bukan hanya terdiam di dalam ruang yang gelap. Keluarlah!”

Hidayah…

Siapa yang diberi hidayah, maka tiada siapapun yang bisa menyesatkannya. Dan siapa yang di sesatkan, maka tidak ada yang bisa memberikan hidayah selain Allah. Sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT, tentu manusia sangat bergantung kepada penciptanya. Segala apa yang diupayakan oleh manusia namun apabila Allah tidak berkehendak, maka hal tersebut juga tidak akan terlaksana atau terjadi. Begitu juga sebaliknya meskipun manusia tidak mengingkan sesuatu akan tetapi jika Allah SWT telah menghendaki maka tidak ada daya bagi manusia untuk menolaknya, dan mereka hanya bisa berpasrah menerimanya.

Jadi dengan demikian hidayah merupakan suatu konsep yang berisi petunjuk ke jalan kebaikan yang datangnya hanya dari Allah SWT saja dan hanya diberikan Allah SWT kepada makhluk yang dikehendaki-Nya..

Firman Allah SWT :

إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya “Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al- Qashas ayat 56)

Allah mesifati hidayah ini dengan cahaya. Ya…. ketiadaan cahaya bagi manusia adalah sebuah kesengsaraan. Denganya kita bisa melihat indahnya dunia, dan alam semesta beserta seluruh isinya. Tanpanya dunia ini akan gelap, hitam kelam dan pekat. Apalah jadinya dunia ini tanpa cahaya, terlebih…. betapa mengerikannya manusia tanpa hidayah.

Hidayah itu seperti sinar matahari. Kamu harus keluar rumah untuk mendapatkan cahayanya. Bukan hanya diam di ruang yang gelap begitu saja. Hidayah itu perlu diupayakan. Sinarnya terang merasuk ke setiap kegelapan. Ia terkadang datang berupa nasehat-nasehat kecil, tersebar di tulisan-tulisan whatshapp, di potongan-potongan video instagram, tersiarkan di youtobe, bahkan tak jarang saat kita duduk bermajelis. Tinggal hati yang harus kita aktifkan untuk menangkap sinyal cahaya itu. Karena terkadang Allah telah menciptakan matahari dengan cahayanya yang tajam, namun kita menutupi celah ruangan itu.

Hidayah Dhamirul Qalbi, Ini merupakan suatu hidayah yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia dalam bentuk perkataan hati, di mana kita tahu bahwa perbuatan yang dilakukan seseorang selalu di dorong oleh adanya kata hati. Jadi dengan demikian kata hati sangat berperan untuk menentukan baik dan buruknya tingkah laku atau perbuatan manusia.
Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Sesungguhnya di dalam diri manusia terdapat segumpal darah, apabila ia baik, maka baik pula seluruh diri dan amal perbuatan manusia, dan apabila ia buruk maka rusaklah seluruh diri dan amal perbuatan manusia. Ingatlah, ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keluarlah! Carilah cahaya sebanyak mungkin. Dengannya kamu bisa berjalan di muka bumi. Namun, tanpanya kamu akan mendapatkan kesesatan, kehilangan arah entah kemana.(Husna Ningrum)

Tinggalkan Komentar