Malas? Mari menepisnya dengan Do’a dan Usaha!

Manusia merupakan makhluk sempurna yang dikarunai akal dan nafsu secara beriringan oleh Allah SWT. Penggunaan akal dan nafsu sesuai dengan takaran mengantarkan manusia menuju kesuksesan duniawi dan ukhrowi. Namun, penggunaan yang tidak sesuai dengan takaran akan bisa membuat manusia rugi dan menyesali perbuatannya. Salah satu sifat dari nafsu yang jika dilakukan dan dimanjakan serta melebihi takaran yang dimaklumkan, itu akan menyebabkan penyesalan adalah rasa malas.

Kehadiran rasa malas merupakan manusiawi, wajar jika setiap manusia merasakan malas. Bahkan ahli ibadah pun pernah merasa dan terbesit rasa untuk malas. Perbedaan letak antara orang pemalas dengan orang rajin-yang tentu saja pernah dilanda rasa malas- terletak pada eksekusi tindakan yang diambil oleh masing-masing pribadi. Seorang pemalas akan memanjakan rasa malasnya dengan meninggalkan kegiatan atau pekerjaan yang seharusnya ia lakukan, jika itu berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang akan berdampak pada kehidupannya. Banyak kewajiban yang akan terlalaikan, dan tugas yang tidak terselesaikan. Sedangkan orang rajin -yang pernah dilanda rasa malas-, ia akan beristirahat sejenak dan mengingat ingat alasan kenapa ia harus melakukan itu. Ia menepis rasa malasnya dengan berbagai argumen dan motivator dalam diri masing-masing.

Usaha penepisan terhadap rasa malas tersebut memang membutuhkan tekad dan semangat yang tinggi. Ikhtiar dhohirnya adalah dengan memastikan tekad dan semangat selalu membara di hati, sedangkan ikhtiar ukhrowinya adalah dengan berdoa kepada Allah agar dibantu dan dianugerahi kekuatan untuk menepis dan menolak kehadiran rasa malas. Karena sejatinya, semua yang ada di bumi ini adalah ciptaan Allah. Sehingga, Allahlah yang memiliki kuasa untuk mengatur semuanya. Tekad dan semangat yang membara pun berasal dari Allah, maka sudah seyogyanya kita selalu berdoa kepada Allah SWT. Berikut adalah doa yang bisa kita ucapkan untuk mencegah dan menepis kehadiran rasa malas di keseharian kita.

Doa tersebut bermakna: “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian,”

            Dengan berdoa kepada Allah, harapan terbesar kita adalah kita bisa diberikan niat yang kuat dan tekad yang kokoh sehingga mampu menepis dan mencegah kehadiran rasa malas yang selalu menghampiri manusia. Tentu saja bagi manusia yang mampu mencegah rasa malas, ia akan bisa menuaikan semua kewajibannya tepat waktu. Jika ia mampu menyelesaikan semua kewajibannya dengan baik, maka ia akan mampu meraih kesuksesan duniawi dan ukhrowi. Karena sejatinya, hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha.

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar