Ketika Kesulitanmu akan Menjumpai Kemudahan

Dalam kehidupan manusia, pasti terdapat hambatan-hambatan yang menyertainya. Ketika mengalami hambatan tersebut, seringkali kita mengeluh merasa bahwa hidup hanya diisi dengan kesulitan. Bahkan beranggapan bahwa tidak pernah menemui kemudahan. Dalam firman-Nya, Allah telah menjanjikan kepada hamba-hamba-Nya:

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: “Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah [94]: 5-6).

Dalam beberapa tafsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan penegasan dari Allah bahwasanya selalu ada kemudahan dalam setiap kesulitan. Pengulangan ayat pada surah Al-Insyirah ini dipahami oleh para ulama sebagai bentuk penekanan. Menurut K.H. Quraish Shihab, Allah seakan-akan berfirman “Jika engkau telah mengetahui dan menyadari betapa besar anugerah Allah yang dijelaskan pada ayat 1­—4 pada surah ini, maka dengan demikian jelaslah bagimu bahwa sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan yang besar.”

Kata al-‘usr terulang di dalam al-Qur’an sebanyak 4 kali, dan dalam bentuk sinonimnya sebanyak 12 kali. Sedangkan kata yusr terulang sebanyak 6 kali dan sinonimnya disebutkan sebanyak 44 kali dalam al-Qur’an. Hal ini semakin mempertegaskan bahwa Allah menjanjikan akan terdapat banyak kemudahan daripada kesulitan. Ibnu Katsir menyatakan bahwa “Janji Allah itu pasti, tidak mungkin Allah menyelisihinya.”

Sedangkan Imam Syafi’i telah menciptakan bait syair yang artinya: “Bersabarlah yang baik maka niscaya kelapangan itu begitu dekat. Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat. Barang siapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, 14/392).

Banyak sekali contoh di sekitar kita, salah satu contohnya adalah kisah nabi Muhammad saw. dalam dakwahnya. Saat Nabi berdakwah di Mekah, banyak sekali cacian hingga penghinaan, banyak kaum muslimin yang menerima perlakuan kasar, bahkan sampai terjadi pemboikotan oleh kaum kafir Quraisy. Namun, nabi Muhammad saw. dan pengikutnya tidak pesimis serta tetap sabar menghadapinya. Dari kesabaran itulah, datang sebuah kemenangan yang puncaknya adalah peristiwa fathul makkah.

Semoga kita mampu menjadi orang yang sabar, karena sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan berkeluh kesah. Yakinlah bahwa badai pasti akan berlalu. Ingat bahwa dalam kesulitan yang kita dapatkan hari ini pasti terdapat hadiah besar yang masih disiapkan oleh Allah untuk kita.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar