Jangan Mengingat Allah Hanya Ketika Susah

Musibah merupakan takdir yang diberikan Allah SWT untuk menguji kesabaran manusia sekaligus untuk mengingatkan kita bahwa Allah-lah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Musibah tidak mengenal tua atau muda, laki-laki atau perempuan, berdosa sedikit atau banyak, karena Allah memberikan musibah kepada siapa yang dikehendaki-Nya untuk mengetahui sejauh mana manusia itu mencintai Allah SWT. Manusia memang tidak akan lepas dari dosa contohnya adalah ketika mereka ditimpa musibah, sangat sedikit dari mereka yang bersabar dan jarang beryukur ketika diberi nikmat. Allah SWT berfirman pada QS. Yunus ayat 12, yaitu:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Yunus 10:12).

Pada QS. Yunus ayat 12 disebutkan bahwa orang yang ditimpa musibah, mereka berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT akan mengangkat musibah tersebut tidak peduli dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri. Namun ketika Allah SWT sudah menghilangkan musibah yang melilitnya, mereka sombong dan kembali pada jalan yang sesat seakan-akan lupa bahwa Allah-lah yang menjadikan urusannya mudah.

Dalam ayat ini, kita diingatkan bahwa jangan mengingat Allah SWT hanya ketika susah saja. Namun, sejatinya hal itu tidak lepas dari kehidupan sehari-hari, sayangnya kita lebih memilih bungkam dan hidup suka-suka di atas bumi. Ingatlah Allah SWT dalam setiap kondisi seperti bahagia, sedih, gelisah, marah, kecewa dan lainnya. Perbanyak mengingat Allah dengan berzikir dan doa, karena itu adalah salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah serta pengingat bahwa kita tidak layak berlaku sombong. Sungguh kebesaran hanya milik Allah SWT.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar