Ibu Tri Mumpuni Pahlawan Listrik Di Daerah Terpencil

Dilansir dari artikel online (www.jpnn.com) edisi 22 Desember 2020 Terdapat 2 Ilmuwan Indonesia yang diakui oleh dunia, salah satunya adalah Ibu Tri Mumpuni. Ibu Tri Mumpuni juga masuk dalam 22 ilmuwan muslim yang berpengaruh, yang diterbitkan oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre (JPNN, 22 Desember 2020). Ibu Tri Mumpuni merupakan wirausahawati sosial yang sukses mengembangkan pembangkit-pembangkit listrik tenaga mikro hidro di daerah terpencil. Melalui hasil kerjanya Tri Mumpuni Wiyatno yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 6 Agustus 1964 telah membangun sumber listrik di lebih dari 65 lokasi terpencil di Indonesia sehingga mendapat penghargaan Ashden Awards 2012.

Ibu Tri Mumpuni adalah anak dari pasangan Wiyatno dan Gemiarsih. Dari kedua orang tuanyalha Ibu Tri kecil diajarkan untuk berbagi dan memberi. Sewaktu masih muda, ia sudah terbiasa melihat dan membantu ibunya yang aktif dalam kegiatan sosial. Bahkan, pada kelas 4 SD ia sudah ikut ibunya keliling ke kampung-kampung mengobati orang yang kena penyakit koreng. Dari pengalaman itulah, ia mendapat pelajaran bahwa dari proses hubungan manusia itu uang bukan segala-galanya. Ia juga bercita-cita sebagai dokter, bidang yang sama sekali bertolak belakang dengan keadaannya sekarang ini. Sejalan dengan pengabdian Ibu Tri tersebut kita sangat familiar dengan hadits yang berbunyi خير الناس أنفعهم للناس (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain). Hadits shahih tentang sebaik-baik manusia ini diriwayatkan dari Jabir.

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس

Artinya: Dari Jabir ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Foto Ibu Tri Mumpuni bersama warga daerah terpencil
Sumber: https://tokohinspiratif.id/tri-mumpuni/

Ide awal pembangunan PLTMH berawal dari seringnya Ibu Tri Mumpuni bersama suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji berkeliling ke desa-desa dan melihat sumber air yang melimpah namum belum ada listrik dilokasi tersebut. Sebelum dilakukan pembangunan Ibu Tri membicarakan kepada kepala desa setempat untuk kemungkinan untuk membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan aliran sungai yang ada untuk menghasilkan listrik dari sebuah turbin. Langkah berikutnya Ibu Tri Mumpuni adalah mengumpulkan serta menghitung rencana anggaran biaya kemudian mencari sumber dana untuk pembangunan pembangkit. Setelah itu, bersama IBEKA mengirimkan tim sosial untuk membangun komunitas yang baik beberapa minggu dengan masyarakat agar terjalin hubungan yang baik dengan mendekati tokoh agama atau tokoh adat setempat. Baru kemudian masyarakat membentuk organisasi yang akan mengurus turbin, dengan menentukan ketua hingga operator yang tahu bongkar pasang mesin dan organisasi tersebut harus diberi pengetahuan tentang pengoperasian mesin hingga perawatannya sehingga pembangkit listrik tenaga air itu dapat berfungsi terus-menerus. Ibu Tri juga berpesan kepada organisasi untuk tidak boleh ada penebangan hutan dan vegetasi (Wikipedia).

Referensi:

JPNN.com. 2 Ilmuwan Perempuan Ini Ukir Prestasi Tingkat Dunia: Kado Hari Ibu. Selasa 22 Desember 2020. Dari: https://www.jpnn.com/news/2-ilmuwan-perempuan-ini-ukir-prestasi-tingkat-dunia-lanyalla-kado-hari-ibu

Wikipedia. Tri Mumpuni. (online), (https://id.wikipedia.org/wiki/Tri_Mumpuni), diakses 23 Desember 2020.

Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar