Hujan Adalah Rahmat

Hujan merupakan peristiwa hidrologi yang melibatkan proses kondensasi, hingga air bisa turun ke bumi. Dalam buku berjudul “Hadits-Hadits Sains, Fakta dan Bukti Ilmiah dalam Sabda Nabi Muhammad SAW” dari Abdul Syukur Al-Azizi, hujan disebut 55 kali dalam Al-Qur’an. Puncak musim hujan 2020/2021 diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada bulan Januari – Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia.

Fenomena hujan saat ini terjadi dengan intensitas yang cukup tinggi, tidak sedikit wilayah di Indonesia yang harus terendam banjir akibat luapan air sungai yang tidak dapat membendung air hujan yang turun sangat lebat. Selain banjir beberapa wilayah juga terjadi bencana alam seperti tanah longsor. Hal ini menyebabkan masyarakat sering mengeluh dan ketakutan ketika musim hujan mulai turun. Namun Islam mengajarkan bahwa air hujan adalah rahmat dan rezeki yang Allah turunkan bagi umat manusia. Seperti dalam firman-Nya (Q.S Qaaf: 9) “Dan kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diituai, dan pohon-pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba, dan kami menghidupkan dengannya tanah yang mati. Seperti itulah kebangkitan”. Ayat ini membuktikan bahwa hujan adalah rahmat Allah SWT dan apabila mengeluh karena hujan artinya kita tidak mensyukuri rahmat yang Allah SWT berikan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW. mengajarkan kita ketika turun hujan untuk senantiasa mengucapkan doa “Allaahumma Shoyyiban Naafi’aa” yang artinya, “Ya Allah jadikanlah hujan ini adalah hujan yang bermanfaat” -HR. Bukhori dan Ibnu Majah.

Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar