Ekspektasimu Jangan ke Manusia ya, tapi ke Allah

Sudah berapa kali di kecewakan manusia? Sudah berapa kali dipatahkan oleh harapan-harapan yang tidak pasti? dan sudah berapa kali kamu hilang arah hanya karena ucapan manusia? Bukankah ini hanya dunia? Lantas untuk apa berlarut sampai sedalam itu? Bukannkah kita masih punya Allah, tempat dimana kamu bisa mengadu segalanya tanpa pernah Dia menghakimimu. Bahkan Sayyidina Ali pernah berkata “Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam kehidupan dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia” (Ali bin Abi Thalib).

Perasaan marah, kecewa, sedih pasti akan dirasakan jika kita terus berharap kepada selain-Nya karena mereka sama saja seperti kita, makhluk tak berdaya dan tak berkekuatan kecuali atas izin Allah. Imam Syafi’I berkata “ketika kamu berlebihan berharap kepada seseorang, maka Allah akan timpakan padamu pedihnya harapan-harapan kosong. Allah tak suka bila ada yang berharap pada selain Dzat-Nya, Allah menghalangi cita-citanya supaya ia kembali berharap hanya kepada Allah SWT”.

Ingatlah, tidak perlu menjadi baik hanya karena ingin memenuhi ekspektasi orang lain. Manusia adalah sumber kecewa oleh sebab itu, berharaplah hanya kepada Allah, kita adukan semua hal yang terjadi. Suatu saat kamu akan mengerti bantal yang biasa kamu pakai untuk meredakan kepalamu tidak lagi akan kau lirik sebab tanah tempat kamu bersujud lebih menenangkan.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar