Doa Setelah Azan

Azan merupakan suatu seruan bagi umat islam sebagai pertanda bahwa waktu shalat fardhu telah tiba. Ketika azan berkumandang, kita diperintahkan untuk berhenti dari segala aktivitas duniawi untuk kemudian melaksanakan shalat. Saat mendengar azan pun kita dianjurkan untuk menjawab setiap lafaznya sebagaimana disebutkan dalam hadis yang artinya:

Jika kalian mendengar mu-adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah al-wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di Surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafa’atku.” Shahih: [Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 198)], Shahiih Muslim (I/288 no. 384), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/225 no. 519), Sunan at-Tirmidzi (V/ 247 no. 3694) dan Sunan an-Nasa-i (II no. 25).

Sebagaimana menjawab azan adalah perintah yang dianjurkan, maka doa setelah azan pun menjadi salah satu amalan yang berpahala. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Ra, bahwa Rasulullah bersabda: “barangsiapa ketika mendengar azan lalu mengucapkan doa setelah azan, maka syafaatku baginya di hari kiamat.” (HR. Bukhari).

Berikut adalah doa setelah azan:

للهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Allahumma robba haadzihid da’watit taammah, washhalaatil qoo’imah, aati muhammadanil washililata walfadhiilah, wasysyaarofa wad darajatal aaliyatar rafii’ah, wab’atshu maqaamam mahmudadanil ladzi wa’adthah, innaka laa tulhliful mii’aadz.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang pemilik seruan yang sempurna, dan salat yang tetap didirikan, berilah alwasilah (derajat di surga), dan alfadhilah (keutamaan) kepada Nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan” (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar