Doa Sebagai Senjata

Setiap orang tentunya memiliki keinginan dan harapan yang tidak akan pernah ada habisnya. Bagi seorang mukmin yang  beriman dan bertaqwa kepada Allah selayaknya mencurahkan segala keinginan dan harapan kepada Sang Pengabul semua doa, yaitu Allah SWT. Allah adalah sebaik-baiknya tempat memohon dan meminta. Ketika seorang mukmin menyandarkan dirinya dihadapan Allah, itulah yang disebut dengan doa. Pernah kita berpikir akan arti dari sebuah doa? Pernahkah kita merasa bahwa kita telah berdoa sepanjang pagi, siang, sore dan malam tetapi Allah belum mengabulkan doa-doa kita. Eitss tunggu dulu, jangan biarkan hatimu dipenuhi oleh prasangka-prasangka yang tidak baik kepada Allah. Perlu kita ketahui bahwa tidak ada doa yang tidak dikabulkan, tidak ada doa yang sia-sia. Doa akan Allah kabulkan saat itu juga, Allah simpan untuk akhirat kelak atau diganti dengan mencegahnya musibah. Teruslah berdoa, mengulang-ngulang doa seperti kita mengayuh sepeda, kita pasti akan sampi ke tempat tujuan. Semuanya hanya butuh kesabaran dan yakin pasti Allah kabulkan.

Doa adalah senjata orang beriman, bagi orang beriman doa adalah segala-galanya, doa lebih penting dari apapun yang ada di atas muka bumi Allah ini. Doa menjadikan seorang hamba kuat, menjadikan seorang hamba sadar bahwa dirinya lemah, dan menjadikan seorang hamba menunjukkan kerendahan dan ketundukkan di hadapan-Nya. Allah tu dekat Allah mengetahui apa yang ada dalam hati hamba-Nya, Allah mendengar semua doa hamba-hambanya yang meminta kepadaNya. Berdoalah dengan suara lirih dan lemah lembut.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf 7:55)

Allah selalu rindu dengan suara-suara lirih hambaNya, Allah selalu rindu akan air mata yang mengalir di pipi hamba-Nya, air mata rindu dan cinta kepada Sang Mahakuasa, air mata yang bahkan kita sendiri tidak tahu air mata apa itu, kita hanya ingin menangis saja mengadu segalanya ke Allah. Allah senang mendengar doa hamba-Nya karena dengan meminta kepada Allah, seorang hamba sadar akan segala keterbatasannya dan Allah tidak pernah bosan mendengar doa hamba-hambaNya. Justru doa merupakan perintah dari Allah swt, ketika seseorang tidak mau berdoa kepada-Nya, berarti ia telah meninggalkan salah satu perintah-Nya. Sebagaimana firman Allah “Dan Tuhanmu berfirman ‘berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri menyembahKu akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min, 40:60).

Ngeri kan kalau kita tidak berdoa? Padahal doa tu gratis. Makanya doa, doa aja terus. Apa-apa doa. Tidak ada uang doa, lapar doa, pengen kaya perbanyak doa, ditikung teman doa, berbuat salah? Doa lagi, terus datangi Allah lari ke Allah dan pengen dapat jodoh yang soleh atau solehah doa yang kuat sambil memperbaiki diri dan niat semua karena Allah. Tidak ada ruginya seorang hamba berdoa kepada Allah. Tidak ada ruginya!!! Buatlah bumi ini bergetar akan doa-doamu, buatlah bumi ini menangis atas doa-doamu. Jadikan doamu sebagai magnet untuk menarik perhatian dan kasih sayang Allah. Ketika seorang hamba dicintai oleh Allah, maka Allah akan menuntunnya ke jalan yang lurus. Rasulullah Saw yang merupakan kekasih Allah beliau senantiasa berdoa. Bahkan, beliau memohon ampun kepada-Nya, walaupun beliau sudah ma’shum dan dijamin masuk surga. Siapa kita yang enggan untuk berdoa. Kekasih Allah bukan, bahkan surga pun belum dijamin. Terus berdoa, berdoalah seperti sedang berada di tengah lautan dengan ombak yang kuat seolah-olah itu adalah doa terakhir yang seorang hamba panjatkan.

“Berharaplah kepada Allah, jika seorang hamba masih berharap kepada makhluk itu pertanda iman kita sedang lemah. Jangan biarkan hati mati, lembutkan dengan terus menangis berdoa dihadapan Allah

Oleh : Sumandari

Tinggalkan Komentar