Doa Nabi Yunus a.s

Nabi Yunus a.s adalah salah satu dari 25 Nabi yang wajib diketahui dalam Islam. Ia diperintahkan oleh Allah Swt. untuk mengajarkan Ajaran Tauhid kepada umatnya agar mereka beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Nabi Yunus kemudian berdakwah kepada umatnya selama beberapa tahun. Namun, usaha yang Ia lakukan seakan tidak membuahkan hasil karena jumlah pengikutnya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. sangat sedikit. Hal itu membuat Nabi Yunus a.s. sangat kecewa. Ia merasa semua usahanya sia-sia dan Allah Swt. tidak pernah memperhatikannya. Ia tidak menyadari bahwa seluruh Nabi dan Rasul yang diutus Allah Swt. sebelumnya juga selalu mendapatkan ujian dan rintangan dalam berdakwah mengajak umatnya kepada ajaran Tauhid. Bahkan, ada dari mereka yang langsung ditentang oleh pemimpin tempat mereka berdakwah. Misalnya adalah Nabi Ibrahim a.s dengan Raja Namrud dan Nabi Musa dengan Raja Fir’aun. Kedua Nabi tersebut bersabar terhadap ujian yang diberikan oleh Allah Swt. hingga datang pertolongan Allah Swt. di saat yang tepat untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Nabi Ibrahim a.s tidak hangus ketika dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud dan Nabi Musa a.s yang mana dapat membelah lautan dengan tongkatnya atas izin Allah Swt.

Nabi Yunus a.s yang dalam keadaan marah, sedih, dan kecewa memutuskan untuk berhenti berdakwah dan meninggalkan kaumnya. Ia pergi ke tepi pantai dan berlayar menggunakan kapal menyebrangi lautan. Namun, hal tak terduga kemudian terjadi. Di tengah badai yang lebat, kapal yang Ia tumpangi terancam tenggelam karena kelebihan muatan. Setelah semua barang yang tidak berguna dilemparkan ke laut, kapal masih belum seimbang. Hingga akhirnya diputuskan untuk menurunkan salah satu penumpang agar keseimbangan kapal dapat terjadi dan semua penumpang kapal dapat selamat. Agar adil, maka dilakukanlah pengundian. Ajaibnya, nama Nabi Yunus a.s selalu muncul dalam tiga pengundian tersebut. Akhirnya Nabi Yunus a.s harus rela untuk terjun ke dalam laut. Ketika terjun ke laut, Nabi Yunus a.s ditelan oleh ikan paus. Kisah ini terdapat dalam Q.S. Ash-Shaffat ayat 139-144, yang artinya:

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak, termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”

Dzikir untuk mengingat Allah Swt. yang menyelamatkan Nabi Yunus a.s dalam situasi yang sangat gelap gulita dan penuh kesusahan diabadikan dalam Q.S. Al-Anbiya ayat 87 yang berbunyi:

لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: ”Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Di dalam doa tersebut mengandung tiga poin utama, yaitu: 1. Pengakuan tentang ke-Esaan Allah Swt. dengan adanya kalimat tauhid, 2. Penyucian terhadap sifat-sifat yang tidak sesuai dengan sifat-sifat Allah Swt. dengan adanya kalimat tasbih, 3. Pengakuan terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan dengan menyadari diri termasuk orang yang zalim. Rangkaian doa tersebut mustajab dan langsung dikabulkan Allah pada ayat berikutnya, yaitu:

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”

Marilah sebisa mungkin kita mengamalkan doa Nabi Yunus a.s tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika kita mengalami kesulitan, kesusahan, dan kesedihan yang membuat dunia seakan sangat gelap untuk kita jalani. Semoga kita dapat memperoleh pertolongan dari Allah Swt. sebagaimana yang telah didapatkan oleh Nabi Yunus a.s.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar