Do’a Membasuh Wajah

Sebagai muslim kita meyakini akan terjadinya hari kiamat. Hari kiamat adalah hari akhir dari kehidupan di dunia ini. Setelah hari kiamat, dinamakan dengan ‘yaumul hasyr’. Hari dikumpulkannya semua manusia untuk melakukan perhitungan amal. Semua amal akan dihitung sebagai penentuan tempat bersinggah selanjutnya yaitu neraka atau surga. Pada yaumul hasyr semua manusia akan kebingungan kecuali orang-orang tertentu yang dikehendaki oleh Allah SWT. Manusia sibuk meminta pertolongan kepada pemimpinnya, seperti yang dijelaskan oleh firman Allah:

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ

“(ingatlah) suatu hari (yang hari itu) kami panggil setiap manusia beserta para pemimpinnya” (QS. Al Israa’: 71)

Dalam menafsirkan ayat ini, Anas bin Malik berkata “(arti pemimpin) adalah nabi setiap umat”. Ayat ini menjelaskan bahwa pada saat itu manusia dipanggil secara berkelompok. Lantas bagaimana cara nabi Muhammad mengenali umatnya? Hal ini dijelaskan pada kitab shohih muslim:

وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا. قَالُوا : أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ . فَقَالُوا : كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ

“Saya berharap bahwa kami sudah bisa melihat saudara-saudara kami”. Mereka (para sahabat) berkata: “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kami adalah mereka yang belum datang (lahir) saat ini”. Mereka berkata: “Bagaimana engkau mengetahui orang yang belum ada saat ini dari umatmu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Tidakkah engkau melihat, jika seseorang memiliki kuda bertanda putih pada muka dan kaki-kakinya berada diantara kuda-kuda hitam pekat, tidakkah ia bisa mengenal kudanya ?, Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda: “Mereka akan datang dengan wajah putih bersinar dan kaki tangan bercahaya pada bagian air wudhu, dan saya menunggu mereka di Telaga. (HR. Muslim 249)

            Cara nabi mengenal umatnya adalah dengan sinar yang terpancar dari bekas wudhu semasa hidup di dunia. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk membaca doa pada saat membasuh wajah. Yakni,

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

Ya allah, putihkan wajahku pada hari dimana wajah-wajah menjadi putih dan hitam

Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar