Deretan Prestasi yang Tak Kunjung Henti dari UKM Al-Qur’an Study Club di Ajang GBQ

Tercatat sudah banyak prestasi yang telah diraih oleh anggota UKM Al-Qur’an Study Club. Prestasi terbaru datang dari tim banjari Uhibbul Musthofa yang meraih Juara Best Jingle, tim syarhil yang meraih Juara Terbaik 2 kategori Musabaqah Syarhil Qur’an Putri dan Juara Harapan 1 kategori Musabaqah Syarhil Qur’an Putra, Tim Khattil yang meraih Juara Terbaik 2 dan 3 kategori Musabaqah Khaththil Qur’an Kontemporer serta Tim Fahmil yang meraih Juara Harapan 2 Musabaqah Fahmil Qur’an di ajang perlombaan GBQ (Gebyar Brawijaya Qur’ani) IX Nasional 2022 yang diselenggarakan secara offline. Masing-masing tim mempunyai perjuangan tersendiri untuk mengerahkan seluruh kemampuan mereka secara maksimal dalam ajang ini. Tim Uhibbul Musthofa yang beranggotakan Ulul Azmi Annur Putra, Ahmad Fathin Arrofiqi, Zulfan Akbar, Achmad Faisal Amir, Achmad Arifin, Fahreza Nur Azizah, Catur Dian Rahayu, Fitri Nur Kholifah, Safitri Ningsih dan Kiki Febrianti berhasil membuktikan keunggulannya dengan menyabet Juara kategori Best Jingle yang merupakan hasil persiapan yang telah dilakukan sejak H-1,5 bulan lomba selama 3—4 kali per minggu. Namun, mereka mengungkapkan bahwa terdapat kendala saat latihan persiapan lomba tersebut yakni ketidaklengkapan anggota saat latihan sehingga disiasati dengan pembagian jadwal latihan yang berbeda antara tim vokal dengan tim penabuh terbang.

Tak hanya itu, perjuangan mereka juga diuji dengan banyaknya rintangan seperti waktu latihan yang ditentukan merupakan waktu saat kondisi mereka sudah lelah serta adanya anggota yang jarak antara tempat tinggal dan tempat latihan yakni mushola FIK UM terbilang jauh sehingga memungkinkan semakin larut malam saat pulang. Walaupun begitu, niat mereka mengikuti ajang ini sangat tulus dan mulia yakni untuk melestarikan dan mensyiarkan sholawat dan memperbanyak pengalaman. Mereka tidak menyangka saat mendengar pengumuman bahwa mereka meraih Juara Best Jingle. Padahal sebelumnya, mereka merasa kurang percaya diri karena ini merupakan pertama kali mereka tampil dalam GBQ yang merupakan ajang perlombaan nasional bergengsi dengan kombinasi anggota tim seperti ini. Dalam proses perlombaan, mereka mengakui bahwa masih terdapat beberapa kesalahan baik dari segi tabuhan terbang maupun segi vokal. Hal ini akan mereka jadikan evaluasi yang berguna untuk ajang perlombaan selanjutnya. Mereka juga berpesan supaya mahasiswa bisa mengambil dan memanfaatkan kesempatan mengikuti lomba dengan sebaik-baiknya karena kesempatan tidak datang dua kali serta berpesan agar hendaknya mahasiswa lain bisa mengontrol dan menumbuhkan semangat agar bisa konsisten dalam latihan. Selanjutnya adalah perjuangan dari tim syarhil yang beranggotakan Wildatun Nabilah, Novia Dian Pratiwi dan Nabila Azfa Fauziyyah.

Tak kalah dengan perjuangan tim Uhibbul Musthofa, perjuangan tim Syarhil juga terbilang berat. Hal ini dibuktikan dengan latihan yang intens dan hampir setiap malam. Selain itu, diperlukan proses penyiapan naskah yang akan dikonsultasikan ke pembina yaitu Ustadz Bahri, lalu setelah disetujui maka latihan bisa dilakukan secara mandiri atau bersama pembina supaya ada evaluasi progresif. Terdapat dua babak dalam perlombaan, yakni babak penyisihan dan babak final yang sangat mendebarkan. Kesan mereka saat mendapatkan juara adalah tidak menyangka karena pada saat persiapan, salah satu anggota yakni Novia Dian Pratiwi tidak menetap di Malang dan masih sibuk dengan kegiatan bisnis yang ditekuninya sehingga susah untuk menentukan jadwal latihan dan baru bisa latihan secara tatap muka tiga hari sebelum hari H dan masih menyiapkan tema untuk babak penyisihan saja. Qadarullah, tim diberikan kemudahan oleh Allah Swt. saat tampil sehingga bisa mengerahkan kemampuannya dalam berdakwah secara maksimal. Hal ini menumbuhkan suatu rasa syukur dan kepuasan tersendiri dalam diri mereka. Tak berhenti sampai situ, tantangan lain juga menguji perjuangan mereka yaitu tuntutan untuk menghafal naskah dalam waktu yang sangat singkat namun mereka menaklukkannya sehingga mereka bisa tampil dengan lancar.

Mereka berpesan agar mahasiswa lain dapat menanamkan niat untuk syiar Al-Qur’an, dan bukan untuk mendapatkan juara. Insyaallah niat seperti ini akan memberi kemudahan pada ajang lomba. Saat pengumuman adalah waktu yang paling ditunggu dan mendebarkan hingga membuat tangis haru tercipta saat mendengar pengumuman bahwa mereka meraih Juara Terbaik 2 untuk kategori Musabaqah Syarhil Qur’an Putri dan Juara Harapan 1 kategori Musabaqah Syarhil Qur’an Putra. Hal ini juga merupakan suatu bentuk anugerah sekaligus bentuk ujian Allah yang menguji apakah ada kesombongan setelah diberi nikmat juara ini atau malah rasa syukur yang hadir dalam hati. Mereka berharap ini adalah awal untuk mensyiarkan Al-Qur’an dan meningkatkan kemampuan dan meluangkan waktu untuk latihan karena bidang syarhil sedikit berbeda dengan bidang lainnya. Bidang syarhil membutuhkan chemistry yang kuat yang akan muncul jika sering berlatih bersama dan tentunya membutuhkan kemampuan tim. Apabila tidak ada chemistry yang kuat antar anggota tim maka penampilan akan terasa hambar. Selain itu, mereka juga berharap hal ini dapat menjadi sebuah kebanggaan bagi orang-orang di sekitar mereka terutama UKM ASC yang telah mewadahi dan memfasilitasi bakat dan minat mereka. Mereka berpesan agar mahasiswa lain hendaknya selalu belajar, berusaha, berjuang, berkarya, berprestasi dan mengajak orang untuk menjadi lebih baik lagi selagi masih muda, menepis rasa takut sebelum mencoba, menghilangkan rasa ingin mundur sebelum berusaha, tidak melewatkan kesempatan yang ada serta menumbuhkan niat dalam hati hanya untuk mendapat ridha Allah dan menjadikannya sebagai ajang memperbaiki kualitas diri. Setiap tim memiliki perjuangan dan kesulitan tersendiri yang patut diapresiasi.

Pewarta: Salsabila Tutik Anggraini – Departemen Syiar UKM ASC

Tinggalkan Komentar