Bermalas-malasan

Sadari, ketika diri terselimuti malas serta enggan akan kebaikan dan ketaatan. Maka bukan lingkungan anda yang kurang sehat, namun hati anda yang benar-benar tidak sehat. Sakitnya jasad disebabkan berbagai penyakit, sedang sakitnya hati disebabkan oleh berbagai dosa. Sebagaimana tidak terasa nikmatnya makanan ketika sakit, maka demikian juga dengan ibadah yang tidak terasa manis ketika hati berlumuran dosa (Yahya bin Mu’adz رحمكمالله).

“Lalu, bagaimana dengan kondisi kita hari-hari ini. Masih semangatkah dalam kebaikan?”

Semakin kita dekat Allah, sejatinya kita akan merasa penuh dosa. Meskipun rajin ibadah dan melaksanakan amal saleh dan meninggalkan maksiat tetapi patutnya kita merasa manusia paling berdosa. Lantas apa yang buat diri malas untuk beribadah dan melakukan kebaikan? bisa jadi karena ibadah kita belum ikhlas karena Allah SWT atau masih ada kesombongan yang terselip di hati kita. Adanya kesombongan walaupun hanya setitik debu saja tidak akan membuat kita masuk ke dalam surganya Allah. Untuk itu, marilah kita menjadikan nabi Muhammad SAW sebagai teladan paling mulia. Perbanyak beristighfar dan mengingat Allah, karena hanya dengan mengingat-Nya kita mampu melawan hawa nafsu dan hati pun menjadi tenang.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar