Apa yang Harus Kulakukan Ketika Imanku Turun?

Iman memiliki makna sebagai pengakuan, yaitu suatu keyakinan yang disertai dengan kecintaan dan ketundukkan terhadap semua yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. dari Allah Swt. Adapun secara agama, iman yang sempurna mencakup perkataan dan perbuatan. Iman ini bisa bertambah dan berkurang, karena memang seperti itulah hakikatnya. Permasalahan naik-turunnya iman merupakan hal yang besar bagi seorang muslim, sebab iman menentukan nasib seseorang di dunia dan akhirat.

Keimanan yang turun dapat melumpuhkan perbuatan baik dan menghilangkan produktivitas dalam kehidupan seseorang selama beribadah. Salah satu aspek indah dalam agama Islam adalah Allah dan Rasul-Nya telah menentukkan tindakan bagi kita ketika mengalami lemahnya iman dan kesedihan yaitu obat berupa doa.

Salah seorang sahabat bernama Abu ad-Darda’ Uwaimir al-Anshaari ra. mengatakan “iman itu naik dan turun” jadi apabila seseorang mengalami lemahnya iman, sebenarnya itu adalah hal yang wajar namun, jangan terlalu larut dalam kelemahan tersebut. Kita harus selalu berlindung dari godaan setan dan terus memperbaikinya. Berikut ini adalah amalan doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. agar diberi keteguhan iman.

Dari Anas ra. berkata Baginda Rasulullah selalu memperbanyak doa ini “Yaa Muqollibal Quluub, Tsabbit Qalbii ‘alaa Diinik.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Al-Hakim).

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamu-Mu”

Selain memperbanyak doa, kita harus selalu beristighfar karena turunnya iman pasti ada penyebabnya. Mungkin secara sengaja atau tidak kita berbuat maksiat, dan perbuatan yang menghadirkan dosa. Oleh karena itu, meminta ampun ke Allah terlebih dahulu dengan mengucap istighfar. Kemudian berdzikir dan membaca al-Qur’an. Berdzikir adalah mengingat Allah, oleh sebab itu ketika iman sedang futur paksakan diri untuk terus melantunkan dzikir mengingat Allah. Dimulai dengan mengambil air wudhu, kemudian membaca al-Qur’an atau jika belum bisa, coba dengarkan murotal al-Qur’an.

Itu tadi beberapa cara menghadapi iman yang sedang lemah. Ketika memiliki iman, tak ada alasan bagi kita untuk cemas dan sedih. Orang beriman menjadikannya sebagai ladang pahala dengan bersabar. Jika dalam keadaan iman lemah, namun diri masih enggan untuk mendekat kepada-Nya, coba periksa kembali hubungan kita dengan Allah Swt.

Kritik dan saran terkait Mading ASC dapat ditulis Disini

Departemen Syiar

Tinggalkan Komentar