Allah yang Menjamin

Assalamualaikum sahabat pejuang Qur’ani!

Bagaimana kabarnya? Semoga kita selalu diberi nikmat berupa kesehatan agar kita bisa memaksimalkan ikhtiar kita untuk selalu berjuang di jalan Allah yaa.

Oiya teman-teman, udah pada baca Al-Qur’an belum nih? Skuyy lah, sempetin waktu kita buat baca setidaknya 1 ayat aja dari pedoman hidup kita yang super duper luengkaapp ini. Eiittss, bukan hanya dibaca aja ya, tapi jangan lupa diamalkan juga hehehe.

Bicara tentang mengamalkan ayat yang telah kita baca dalam Al-Qur’an memang nggak mudah dan butuh niat yang lurus ya sahabat, kalau kata orang “ngomongnya aja mudah, ngelakuinnya itu lo yang susah”. Tapi insyaaAllah dengan keyakinan yang kuat dan selalu berhusnudzon kepada Allah, Allah pasti akan membimbing langkah kita kalau kita selalu berusaha untuk dekat dengan Allah. Yeah, make it simple. Jangan jauh-jauh dari Allah, yaa sahabatku!

Anyway, pernah nggak teman-teman merasakan ketika diri hampir berada pada titik ke-putus asa-an atas apa yang telah kalian lakukan? Merasa bahwa perjuangan yang kalian lakukan selama ini tidak menghasilkan apapun dan tidak ada gunanya? Jangan gituuu sahabat! Kita harus bangkit dari jurang ke-putus asa-an ituuu! Boleh pasrah, asal jangan menyerah. Yuk bisa yuk! Hehe…

Sahabatkuu, ingatkah kalian akan firman Allah SWT berikut ini?

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya.”

Ada yang ingat nggak sahabat, penggalan ayat diatas termasuk kedalam surat apa? Yeaaaa that’s right, ayat itu adalah penggalan dari QS. Hud ayat ke 6.

Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah itu buaaik banget karena telah menjamin rezeki semua makhluk yang ada di bumi ini. Entah itu manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Ketika kita telah memperjuangkan sesuatu dan kita tidak berhasil untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, jangan lekas putus asa ya sahabat! Karena ada rezeki dari Allah yang menanti kita di jalan yang lain. Ada banyak jalan untuk sampai ke rumah, bukan?

InsyaaAllah segala ikhtiar yang telah kita lakukan pasti sudah dicatat oleh Allah sebagai ibadah selama kita bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam melakukannya.

قَا لُوْا بَشَّرْنٰكَ بِا لْحَـقِّ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْقٰنِطِيْنَ

“(Mereka) menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa.

Allah juga menegaskan dalam QS. Al-Hijr ayat ke 55 bahwa kita dilarang untuk berputus asa dari rahmat Allah. Ketika kita berada dalam kondisi dan perasaan kecewa atas segala keadaan dihadapan kita, ketika kita sudah stuck pada titik dimana kita tidak ingin melakukan apapun. Kita tidak dianjurkan untuk pesimis dan putus asa. Karena sudah seharusnya kita yakin akan rahmat Allah dan mengambil hikmah serta ibrah dari suatu kejadian yang kita alami sebagai bentuk pengamalan dari pedoman hidup kita, yaitu Al-Qur’an. Rezeki itu bukan hanya dalam bentuk materi teman-teman, namun rezeki juga dapat berupa nikmat sehat, ilmu yang barokah, teman yang baik, dan lain sebagainya. Jaminan rezeki dari Allah SWT pada makhluk-Nya adalah jaminan yang pasti lagi benar untuk menunjukkan betapa Maha Kaya Allah yang memiliki segala sifat kebesaran-Nya.

Dari gambar diatas, kira-kira apa yang terlintas dalam benak kalian? Burung itu sedang memakan buah yang tidak lain ditumbuhkan Allah untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup di bumi. Disisi lain ada pemilik pohon yang mungkin merasa kecewa karena buah yang selama ini ditanamnya dimakan oleh burung tersebut. Namun, pemilik pohon akhirnya tersadar bahwa …

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Dan kepunyaan Allah lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan

Ayat dari QS. Ali Imran ayat 109 diatas mengajarkan kepada kita bahwa apa yang kita miliki di dunia ini sejatinya adalah milik Allah. Dan kita sudah sepatutnya untuk selalu bertawakkal dan menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah melakukan ikhtiar panjang kita. Karena kembali lagi ke awal bahwa Allah pasti telah menjamin rezeki dalam setiap langkah kehidupan kita. Yuk semangaatt sahabat!

Selain dari Allah SWT, siapa lagi yang bisa mencukupkan rezeki yang tidak pernah putus-putus untuk menghubungkan siklus kehidupan di alam ini. Bukan satu atau dua hari tetapi ribuan bahkan mungkin jutaan tahun hingga lebih. Hanya Dia saja yang berhak dan layak untuk mengeluarkan segala rezeki dari sumber mana yang Dia kehendaki. Inilah makna “ilah” yang terkandung di dalam kalimat syahadat yaitu “la ilaha illallah”. Dalam permasalahan rezeki, kalimat syahadat ini mengajar kita bahwa “Tidak ada yang memberi rezeki selain Allah”.

Jika kita bisa percaya pada pilot yang belum kita kenal dan pasti akan mengantarkan kita ke tempat tujuan, masihkah kita tidak percaya bahwa Allah sudah menjamin rezeki dalam kehidupan kita?

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Penulis: Samudra Mutiara Hasanah (Anggota Pembinaan Fahmil ASC)

Tinggalkan Komentar