Allah Maha Baik, selalu Menitipkan Hikmah di setiap Masalah


Menjadi manusia adalah tanggung jawab yang besar. Kita dilahirkan di muka bumi menjalani hidup untuk beribadah kepada Allah dengan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini disebut dengan taqwa. Tentu saja, Allah selalu memberikan ujian kepada manusia untuk menaikkan tingkat ketaqwaannya. Kalau bisa dibilang, ini seperti ujian kenaikan kelas. Semakin sulit ujiannya, level atau tingkatan derajat yang didapatkannya akan semakin tinggi. Salah satu ujian dari Allah untuk menaikkan derajat ketaqwaan manusia adalah dengan ditimpakan musibah atau cobaan. Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 155, Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami memberikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Pejuang Qur’ani disini pasti pernah berada di posisi yang sangat tidak mengenakkan bukan? Kondisi yang benar benar menyayat hati, menyudutkan diri, dan mengobrak abrik emosi. Hingga tak jarang, banyak manusia yang tidak kuat dengan ujian tersebut, sampai berani melintasi garis larangan yang tidak bisa dibenarkan oleh Allah. Atau malah, Ia menjadi depresi dan berputus asa akan kekuatan Allah, berprasangka buruk kepadaNya dan berakhir merutuk bahkan mengolok-ngolokNya. Padahal, jika ditelusuri bersama, Allah tidak akan membebani hamba kecuali menurut kemampuannya seperti yang difirmankan Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 286.
Jelas bukan? Seberat apapun musibah atau cobaan yang kita terima, Allah yakin kita bisa mengatasinya. Sebagai analogi, tidak mungkin anak SD mendapat ujian yang sama dengan anak SMA bukan? Ujian bagi masing-masing manusia berbeda, disesuaikan dengan kemampuannya. Jadi, ketika kita tertimpa musibah, hal yang harus kita yakini adalah Allah mempercayakan masalah ini kepada kita. Kita pasti bisa melaluinya jika kita ada niatan kuat untuk menyelesaikannya. Tenang saja, dibalik segala ujian dan cobaan pasti terselip hikmah didalamnya. Hikmah yang menjadi pelajaran berharga bagi perjalanan hidup kita. Hikmah yang bisa merubah sikap buruk di masa lalu, sehingga bisa menjadikannya lebih baik di masa depan. Hikmah yang menjadi bekal kita untuk meneruskan perjalanan di dunia, karena sejatinya hidup ini adalah sebuah perjalanan yang harus dinikmati dan dilalui dengan baik, mengumpulkan bekal yang cukup untuk amunisi di pemberhentian utama di akhirat nanti.
Jika kita sudah ditakdirkan mampu menyelesaikan setiap masalah yang datang, lalu bagaimana kita menyikapi masalah tersebut? tentu saja kita harus memiliki senjata ampuh untuk mengatasinya bukan? Diantara senjata yang bisa kita gunakan adalah sabar, ikhlas, ikhtiar, dan syukur. Dengan kolaborasi empat senjata tersebut, yakinlah bahwa semua akan baik baik saja dan berakhir melegakan.
Sabar, ketika cobaan datang, senjata pertama yang harus digunakan adalah sabar. Sabar untuk tidak memaki, sabar untuk selalu berprasangka baik, dan sabar untuk menjalani hari-hari yang penuh cobaan. Kedua adalah ikhlas, jika sabar sudah dikerahkan, amunisi kedua adalah ikhlas. Ikhlas bahwa cobaan ini adalah ujian dari Allah, ikhlas bahwa memang ini harus terjadi dan kita tidak bisa kabur dengan keadaan seperti ini. Ketiga adalah ikhtiar yakni berusaha dhahir dan bathin untuk menghadapi dan menyelesaikan cobaan tersebut. Ikhtiar secra dhahir adalah dengan mencari tau akar permasalahannya, dan bagaimana langkah-langkah yang harus diambil untuk menyelesaikanya. Sedangkan ikhtiar bathin adalah dengan berdoa, memohon ampun kepada Allah dan berharap agar selalu diberi kekuatan. Terakhir adalah syukur, karena dengan bersyukur atas nikmat apa saja yang masih tersisa, Allah pun akan menambah nikmat tersebut. Dengan ditambahnya nikmat tersebut, tentu saja kita akan terus memiliki kekuatan untuk menghadapinya.
Nah, jika semua sudah dilakukan, hal terakhir yang menjadi wajib adalah tawakal, menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Karena Dialah yang memberikan cobaan, maka Dia pulalah yang akan mengakhirinya. Jangan putus asa, tetap semangat! Karena segalanya akan berlalu dan terus berputar hingga hari yang dijanjikan tiba. Jadi, untuk apa merutuki nasib buruk? Lebih baik bersyukur dan menikmati hidup yang telah diberikan oleh Allah untuk kita semua.

Tinggalkan Komentar